Mataram Kerahkan 150 Personel Bersihkan Sampah Kali Unus
PUPR Kota Mataram mengerahkan 150 personel untuk membersihkan tumpukan sampah sepanjang sekitar 500 meter di Kali Unus. Pembersihan ditargetkan selesai dua hingga tiga hari.
Oleh Arsyid Muhamad
· 2 menit baca
Mataram — Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram mengerahkan 150 personel untuk membersihkan tumpukan sampah di Kali Unus pada Selasa, 13 Oktober 2026.
Tumpukan sampah kiriman dari wilayah hulu menutup aliran sungai sepanjang sekitar 500 meter. PUPR menyebut lebar sungai di lokasi tersebut sekitar 15 meter. Sampah antara lain terbawa dari kawasan Bertais, Babakan, dan saluran di sebelah timur Jalan AA Gede Ngurah, lalu tertahan di sekitar Pesongoran.
Penanganan dilakukan bertahap. Petugas lebih dulu mengangkat sampah dari permukaan air ke tepi sungai untuk mengurangi kadar air dan bau sebelum material diangkut menggunakan truk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kebon Kongok, Lombok Barat. Pembersihan tidak dapat dilakukan sekaligus karena sampah harus dikeringkan sebelum diangkut.
Pembersihan Kali Unus ditargetkan selesai dalam dua hingga tiga hari
Menurut PUPR Mataram, 150 personel tersebut difokuskan di Kali Unus dari total 350 tenaga lapangan yang tersedia. Penanganan aliran sungai lain sementara dialihkan agar petugas dapat berkonsentrasi pada lokasi yang dipenuhi sampah.
Penumpukan dikhawatirkan menghambat aliran air dan memicu luapan ke permukiman ketika hujan turun. PUPR menargetkan pembersihan selesai dalam dua hingga tiga hari, dengan catatan tidak ada kiriman sampah baru dari wilayah hulu.
Suara NTB melaporkan pembersihan dilakukan di kawasan Pesongoran, Kelurahan Pagutan Barat, Kecamatan Mataram. Laporan Radar Lombok menyebut lokasi tersebut sebagai kawasan Pesongoran, Kelurahan Pagesangan Barat.
Sumber
Baca berikutnya
Terbaru di Daerah

Pertamina Tambah Pasokan BBM 26.200 Kiloliter ke Bali
Pertamina Patra Niaga menjadwalkan kedatangan kapal BBM pada 12, 14, dan 16 Oktober 2026 melalui Terminal Sanggaran dan Manggis. Total tambahan pasoka…
Berita utama hari ini

Baca juga





