Kabar18.com

Jumat, 23 Oktober 2026

NTB Klaim Produksi Pangan Tetap Aman Saat Kemarau Panjang

Pemprov NTB menyatakan kemarau panjang berdampak kecil terhadap produksi pangan. Produksi GKG mencapai 1,687 juta ton dan stok beras Bulog 200.000 ton.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Petani berlumur topi caping bekerja di tengah sawah berlatar perbukitan luas.
Ilustrasi: Petani berlumur topi caping bekerja di tengah sawah berlatar perbukitan luas. · Foto: Thái Trường Giang / Pexels

Mataram — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB) menyatakan produksi pangan tetap terjaga meski wilayah tersebut dilanda kemarau panjang pada 23 Oktober 2026.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan NTB Lalu Mirza Amir Hamzah mengatakan produksi gabah kering giling (GKG) telah mencapai 1,687 juta ton. Angka itu mendekati capaian produksi padi sepanjang 2025 yang mencapai 1,7 juta ton.

Mirza memperkirakan produksi padi NTB tahun ini dapat melampaui capaian tahun sebelumnya. Menurut dia, masih ada waktu satu bulan untuk mengejar target produksi.

Di sisi hilir, stok beras di gudang Perum Bulog tercatat mencapai 200.000 ton. Pemprov NTB menilai kondisi produksi di tingkat hulu dan persediaan beras tersebut masih aman.

Kemarau panjang tetap berdampak pada sektor pertanian, tetapi dampaknya disebut relatif kecil. Petani mulai menyesuaikan pola tanam dan memilih komoditas berdasarkan ketersediaan air. Penyesuaian itu dilakukan karena padi membutuhkan pasokan air yang cukup.

Produksi dan stok menjadi penyangga pangan NTB

Klaim ketahanan produksi memberi gambaran mengenai dua penyangga pangan daerah, yakni hasil panen dan cadangan beras. Produksi padi 2025 mencapai 1.698.283 ton GKG, sedangkan capaian berjalan 1,687 juta ton GKG.

Capaian produksi disebut berdasarkan Kerangka Sampel Area Badan Pusat Statistik (KSABPS), sementara angka stok merujuk pada beras yang tersimpan di gudang Bulog.

Adaptasi petani menjadi bagian dari respons terhadap keterbatasan air. Komoditas yang ditanam disesuaikan dengan kebutuhan air agar dampak kekeringan terhadap pertanian dapat ditekan. Pemprov NTB juga menyatakan produksi tahun ini berpeluang melampaui capaian 2025 setelah tambahan waktu produksi selama satu bulan.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Ekonomi & Keuangan

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.