Kabar18.com

Jumat, 2 Oktober 2026

Mengapa hampir separuh Indonesia diprediksi bercurah hujan rendah

BMKG memprediksi pada Oktober 2026 sekitar 49,92 persen wilayah Indonesia mengalami curah hujan rendah dan 45,08 persen berada pada kategori menengah.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· 3 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Tampilan dari atas permukaan tanah cokelat yang kering dan retak-retak.
Ilustrasi: Tampilan dari atas permukaan tanah cokelat yang kering dan retak-retak. · Foto: Engin Akyurt / Pexels

Jakarta — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan pada Oktober 2026 sekitar 49,92 persen wilayah Indonesia akan mengalami curah hujan rendah dan 45,08 persen berada pada kategori menengah, berdasarkan peta prediksi curah hujan kumulatif bulanan nasional.

Dalam laman resmi prediksi curah hujan kumulatif bulanan deterministik, BMKG mencatat bahwa pada bulan Oktober 2026 umumnya wilayah Indonesia diprediksi mengalami curah hujan kategori Sangat Tinggi 0,33 persen, Tinggi 4,68 persen, Menengah 45,08 persen, dan Rendah 49,92 persen.

Penjelasan serupa dikutip oleh salah satu media nasional yang merangkum data BMKG. Media tersebut menulis bahwa Oktober 2026 didominasi curah hujan rendah sebesar 49,92 persen dan menengah 45,08 persen, dengan kategori tinggi 4,68 persen serta sangat tinggi 0,33 persen, merujuk pada laporan BMKG.

BMKG menjelaskan bahwa kategori curah hujan rendah umumnya berada pada rentang 0–100 milimeter per bulan, menengah 100–300 milimeter per bulan, tinggi 300–500 milimeter per bulan, dan sangat tinggi di atas 500 milimeter per bulan. Dengan komposisi tersebut, wilayah dengan curah hujan rendah menjadi kelompok terbesar secara nasional pada Oktober 2026.

Sebaran wilayah berpotensi lebih kering dan artinya bagi publik

Data BMKG menunjukkan bahwa curah hujan rendah diproyeksikan meluas di berbagai kawasan, termasuk Sumatra, Jawa, Bali dan Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua. Salah satu laporan BMKG untuk Kalimantan Tengah, misalnya, memprakirakan curah hujan menengah 100–300 milimeter per bulan secara umum, dengan curah hujan rendah 20–100 milimeter per bulan di sejumlah kabupaten dan kota di provinsi tersebut.

Dalam buletin iklim edisi September 2026, BMKG menyebutkan bahwa pada Oktober hingga Desember 2026 wilayah Indonesia umumnya diprediksi akan mengalami curah hujan kategori rendah hingga menengah dengan sifat hujan bawah normal hingga normal. Informasi ini mengindikasikan bahwa pada awal musim hujan, sebagian besar wilayah masih berada pada kondisi yang relatif lebih kering dibandingkan periode puncak musim hujan.

BMKG juga mengaitkan prakiraan curah hujan ini dengan dinamika atmosfer yang menyebabkan curah hujan di periode akhir September hingga awal Oktober 2026 berada pada kategori rendah hingga menengah, sekitar 0–150 milimeter per dasarian, dengan curah hujan kategori rendah mendominasi sebagian besar wilayah Sumatra bagian tengah hingga selatan, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan sebagian Papua.

Bagi masyarakat dan pemerintah daerah, informasi bahwa hampir separuh wilayah Indonesia diprakirakan mengalami curah hujan rendah pada Oktober 2026 penting untuk perencanaan penggunaan air, pengelolaan lahan pertanian, serta kewaspadaan terhadap potensi kekeringan lokal di tengah adanya peringatan hujan lebat di beberapa wilayah.

Di sisi lain, BMKG merilis daftar wilayah yang memasuki musim hujan pada Oktober 2026, mencakup 63 zona musim (ZOM) di berbagai daerah seperti sebagian Sumatra, Jawa Barat, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara Timur, Maluku, dan Papua. BMKG memproyeksikan bahwa sebagian besar wilayah baru akan mengawali musim hujan pada November dan Desember 2026, sementara akumulasi curah hujan musim hujan 2026/2027 diprediksi berada pada kategori normal atau relatif sama dengan normalnya.

Dengan demikian, meskipun beberapa wilayah mulai memasuki musim hujan, komposisi curah hujan nasional yang didominasi kategori rendah dan menengah pada Oktober 2026 menunjukkan bahwa fase peralihan dari kondisi kering menuju musim hujan penuh masih berlangsung di banyak daerah.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Lingkungan

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.