Kabar18.com

Rabu, 30 September 2026

Mengapa Harga Minyak Turun Saat Ekspor Timur Tengah Pulih?

Harga Brent dan West Texas Intermediate melemah pada 29 September 2026 setelah pemuatan minyak Arab Saudi dari Yanbu dan aliran ekspor Timur Tengah menunjukkan pemulihan.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Sebuah kapal tanker berlayar di laut lepas di bawah langit biru berawan.
Ilustrasi: Sebuah kapal tanker berlayar di laut lepas di bawah langit biru berawan. · Foto: Atlantic Ambience / Pexels

New York — Harga minyak mentah dunia turun pada perdagangan Selasa, 29 September 2026, setelah tanda-tanda pemulihan ekspor minyak dari Timur Tengah meredakan sebagian kekhawatiran pasokan di pasar global.

Kontrak berjangka minyak Brent ditutup turun 2,6 persen menjadi 102,59 dolar AS per barel. Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat melemah 3,5 persen menjadi 89,38 dolar AS per barel.

Arab Saudi kembali melakukan pemuatan minyak melalui kapal tanker dari pelabuhan Yanbu di Laut Merah setelah mengaktifkan kembali pipa East-West. Perkembangan itu meningkatkan prospek pengiriman minyak dari kawasan Timur Tengah, meskipun risiko gangguan pasokan akibat konflik masih menjadi perhatian pasar.

Data Kpler yang dikutip dalam laporan menunjukkan ekspor minyak mentah negara-negara produsen Timur Tengah mencapai 16,328 juta barel per hari pada September. Angka tersebut merupakan level tertinggi sejak perang Amerika Serikat dan Israel dengan Iran dimulai pada Februari.

Mengapa penurunan harga minyak penting bagi Indonesia

Pergerakan harga minyak global relevan bagi pembaca Indonesia karena komoditas ini berkaitan dengan biaya energi, inflasi, nilai tukar, dan harga transportasi. Penurunan harga dalam perdagangan global dapat mengurangi tekanan biaya, tetapi dampaknya di dalam negeri tidak otomatis sama karena dipengaruhi kebijakan harga energi dan perkembangan nilai tukar.

Laporan juga mencatat pemulihan ekspor belum berarti pasokan kawasan telah sepenuhnya kembali normal. Pasar masih memperhitungkan kemungkinan gangguan distribusi akibat konflik di Timur Tengah. Karena itu, perubahan harga minyak tetap bergantung pada kelanjutan arus ekspor dan perkembangan konflik.

Brent masih berada di atas 100 dolar AS per barel setelah penurunan tersebut. Sementara itu, pemulihan pemuatan di Yanbu dan beroperasinya kembali pipa East-West menjadi perkembangan utama yang diamati pelaku pasar pada perdagangan berikutnya.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Internasional

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.