Mercy Corps dan DBS Foundation Berdayakan Perempuan UMKM
Mercy Corps Indonesia dan DBS Foundation menerima apresiasi pemerintah setelah program pemberdayaan perempuan UMKM menjangkau lebih dari 20.000 peserta hingga Agustus 2026.
Oleh Asyinta Sastra
Editor: Mursyid Sonsang
· 2 menit baca
Jakarta — Mercy Corps Indonesia dan DBS Foundation mendapat apresiasi pemerintah atas dukungan pemberdayaan perempuan pelaku usaha mikro dan kecil melalui Program Langkah Akselerasi Kapasitas Usaha Mikro Inklusif (LAKSMI) pada 25 September 2026.
Apresiasi tersebut diberikan karena kontribusi kedua lembaga dalam mendukung penguatan kapasitas perempuan pengelola usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Program yang dijalankan melalui inisiatif Financial Inclusion for Women Entrepreneurs powered by DBS Foundation menyediakan pendampingan dan pelatihan bagi peserta.
Republika.co.id melaporkan, hingga Agustus 2026 program itu telah menjangkau lebih dari 20.000 perempuan. Materi pelatihan meliputi literasi keuangan, literasi digital, manajemen usaha, pemasaran digital, serta akses terhadap produk dan layanan keuangan.
Program tersebut berlangsung sejak 1 Oktober 2025 hingga 30 September 2027. Sasaran program mencapai 40.000 perempuan pemilik atau pengelola UMKM di Medan, Semarang, dan Surabaya.
Pemberdayaan perempuan memperluas akses usaha
Program ini menunjukkan bentuk dukungan lintas lembaga terhadap pelaku usaha perempuan di tiga kota. Pendampingan tidak hanya berfokus pada pelatihan, tetapi juga mencakup akses keuangan dan pemasaran digital yang dibutuhkan untuk mengembangkan usaha.
DBS Foundation menyebut program tersebut bertujuan memperkuat kesehatan dan ketahanan keuangan perempuan pemilik atau pengelola UMKM. Mercy Corps Indonesia melaksanakan pendampingan terintegrasi, sementara DBS Foundation mendukung program melalui inisiatif pemberdayaan tersebut.
DBS Foundation melaporkan program telah menjangkau lebih dari 20.000 perempuan pemilik atau pengelola UMKM di Semarang, Surabaya, dan Medan sejak peluncurannya pada 15 Oktober 2025. Perbedaan tanggal mulai antara laporan Republika.co.id dan keterangan DBS Foundation dicatat sesuai masing-masing sumber.
Program dijadwalkan berjalan hingga 30 September 2027 dengan target 40.000 perempuan. Kegiatan yang disebut dalam laporan DBS Foundation pada Agustus hingga September 2026 mencakup enam kegiatan pembelajaran di Medan, Semarang, Surabaya, dan Jakarta.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Analisis
Pungutan Liar UMKM di Yogyakarta Perlu Ditata Ulang
Pemetaan pungutan, tarif tunggal, pembayaran digital, dan kanal pengaduan diperlukan untuk melindungi UMKM dari pungutan liar di ruang publik.
Terbaru di Inspirasi

Berita utama hari ini

Baca juga





