Paguyuban Satriya Handayani Salurkan Air Bersih ke Gunungkidul
Paguyuban Satriya Handayani menyalurkan 15 tangki air bersih kepada warga terdampak kekeringan di Gunungkidul. Distribusi berlangsung bertahap hingga 26 September 2026.
Oleh Pandi Muktar
Editor: Mursyid Sonsang
· 2 menit baca
Gunungkidul — Paguyuban Satriya Handayani menyalurkan bantuan 15 tangki air bersih kepada warga terdampak kekeringan di Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, secara bertahap hingga Sabtu, 26 September 2026.
Warta Jogja melaporkan setiap tangki berkapasitas 5.000 liter. Dengan demikian, total bantuan yang disalurkan mencapai 75.000 liter air bersih. Distribusi dimulai pada Rabu, 23 September 2026, dan dijadwalkan selesai pada Sabtu, 26 September 2026.
Paguyuban tersebut merupakan wadah persaudaraan warga asal Gunungkidul yang bermukim di Banyumas dan sekitarnya. Bantuan ditujukan kepada warga di kampung halaman yang menghadapi dampak kekeringan berkepanjangan.
Bantuan air menambah dukungan bagi warga terdampak kekeringan
Penyaluran ini penting bagi pembaca karena kekeringan berdampak langsung pada ketersediaan air bersih rumah tangga di Gunungkidul. Bantuan masyarakat melengkapi distribusi air yang dilakukan berbagai pihak ketika sejumlah wilayah mengalami krisis air.
Menurut laporan yang sama, kegiatan tersebut bersumber dari dana swadaya masyarakat sebesar Rp1.800.000 yang dihimpun atas inisiatif Supriyanto selaku Ketua Paguyuban Satriya Handayani bersama rekan-rekannya. Pengumpulan dana dilakukan saat kegiatan silaturahmi Tilik Ndeso di kediaman Supriyanto di Semin.
Radhi Suradi menjelaskan bahwa satu tangki berisi 5.000 liter dan keseluruhan bantuan berjumlah 15 tangki. Penyaluran dimulai pada Rabu dan direncanakan berakhir pada Sabtu. Laporan Warta Jogja tidak merinci seluruh titik pembagian atau rencana distribusi setelah 26 September 2026.
Sumber
Baca berikutnya
Terbaru di Lingkungan

BMKG Catat Gelombang 3,4 Meter di Selatan Selat Sunda Lampung
BMKG memperkirakan gelombang hingga 3,4 meter di Selat Sunda bagian selatan Lampung pada 28 September 2026. Pengguna laut diminta mengikuti arahan oto…
Berita utama hari ini

Baca juga





