Kabar18.com

Sabtu, 10 Oktober 2026

Pemerintah Tambah Pasokan Air Bersih Balikpapan

Pemerintah menambah pasokan air bersih Balikpapan secara bertahap karena ketersediaan sekitar 1.500 liter per detik masih di bawah kebutuhan 2.500 liter per detik.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Pipa hitam yang memancarkan semburan air akibat kebocoran pada sambungannya.
Ilustrasi: Pipa hitam yang memancarkan semburan air akibat kebocoran pada sambungannya. · Foto: aamir dukanwala / Pexels

Balikpapan — Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono mengawal penambahan pasokan air bersih secara bertahap di Balikpapan, Kalimantan Timur, saat ancaman kemarau berkepanjangan, Jumat (9/10/2026).

Ketersediaan air bersih di kota itu sekitar 1.500 liter per detik, sedangkan kebutuhan masyarakat mencapai 2.500 liter per detik. Kesenjangan tersebut membuat pemerintah menyiapkan sejumlah langkah untuk memperkuat pasokan dan menjaga pemenuhan kebutuhan warga, terutama selama kemarau serta fenomena El Nino berkepanjangan.

Dalam peninjauan sumur air Gunung Tembak di Kelurahan Teritip, Balikpapan Timur, AHY menyatakan pembangunan sumur bor perlu terus dikawal. Penambahan kapasitas, menurut dia, tidak harus langsung dalam jumlah besar, tetapi perlu direncanakan bertahap agar manfaatnya berkelanjutan.

Defisit air mendorong pencarian sumber pasokan baru

Sumur bor di Gunung Tembak memiliki kapasitas 10 liter per detik dan diproyeksikan membantu melayani sekitar 1.152 sambungan rumah di Balikpapan Timur. Pemerintah juga mengkaji kemungkinan pemanfaatan pasokan dari Bendungan Sepaku Semoi sebagai opsi jangka panjang.

Selain itu, pemanfaatan teknologi desalinasi air laut turut diteliti. Pemerintah mempertimbangkan opsi tersebut bersama keberlanjutan distribusi air melalui satuan tugas tangki air bagi warga yang belum memiliki akses ke instalasi pengolahan air.

Koordinasi penambahan pasokan akan melibatkan Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Kementerian Pekerjaan Umum melalui balai terkait, pemerintah daerah, dan perusahaan daerah air minum. Langkah tersebut diarahkan untuk mengurangi kesenjangan antara pasokan dan kebutuhan air bersih Balikpapan.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Terbaru di Pemerintahan

  2. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.