AHY Minta Pariwisata Bali Sejalan dengan Kelestarian Lingkungan
Agus Harimurti Yudhoyono meminta pertumbuhan pariwisata Bali berjalan bersama kelestarian lingkungan dan kualitas hidup masyarakat. Ia menyoroti kemacetan, sampah, air, serta tata ruang.
Oleh Asyinta Sastra
· 2 menit baca
Mangupura — Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono menegaskan pertumbuhan pariwisata Bali harus berjalan seimbang dengan kelestarian lingkungan dan kualitas hidup masyarakat saat berada di Badung, Bali, Sabtu 7 November 2026.
Pernyataan itu disampaikan AHY setelah menghadiri Wisuda Sarjana XLV dan Pascasarjana XVIII Universitas Ngurah Rai Tahun 2026 di Bali Nusa Dua Convention Center, Nusa Dua. Ia menyebut kemajuan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif tidak boleh mengorbankan lingkungan maupun kehidupan masyarakat.
AHY menyoroti sejumlah tekanan yang menyertai pertumbuhan pariwisata Bali, antara lain kepadatan wisatawan, kemacetan, krisis sampah, pencemaran lingkungan, alih fungsi lahan, serta kerusakan lingkungan. Tata ruang yang tidak tertata juga disebut dapat memicu bencana.
Ia menekankan bahwa pembangunan yang hanya mengejar pertumbuhan ekonomi tanpa memperhitungkan daya dukung lingkungan dapat menimbulkan persoalan baru dan mengurangi kualitas Bali sebagai destinasi wisata dunia. Ketersediaan air dan keberlangsungan sentra-sentra pangan juga perlu dijaga agar tidak terganggu oleh ekspansi pembangunan pariwisata.
Menjaga daya dukung Bali menentukan masa depan pariwisata
Pesan AHY relevan bagi pembaca karena pariwisata Bali berkaitan langsung dengan konektivitas, tata ruang, pengelolaan sampah, ketersediaan air, dan kualitas hidup warga. Pertumbuhan wisatawan perlu diimbangi pengelolaan wilayah yang memadai agar manfaat ekonomi tidak menambah tekanan pada lingkungan dan masyarakat.
AHY mendorong sinergi pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten dan kota, perguruan tinggi, dunia usaha, masyarakat, serta komunitas lokal. Kolaborasi tersebut diperlukan untuk memastikan pembangunan Bali tetap memperhatikan daya dukung wilayah, pemerataan kesejahteraan, dan pelestarian lingkungan.
Dalam laporan lain pada hari yang sama, AHY juga menyebut peningkatan aktivitas pariwisata perlu diikuti pengelolaan sampah yang memadai, termasuk melalui konversi sampah menjadi energi terbarukan. Ia menilai kapasitas wilayah harus diperhatikan agar pembangunan tidak mengganggu keseimbangan lingkungan dan kehidupan masyarakat.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Kesehatan
Sembilan Sampel Positif Influenza A Ditemukan di Bali
Dinas Kesehatan Bali mencatat sembilan sampel positif Influenza A dari 113 sampel yang diperiksa sepanjang Januari-September 2026. Warga bergejala flu…
Terbaru di Pariwisata

Berita utama hari ini

Baca juga




