Pemkab Pekalongan Siapkan Lahan untuk Sekolah Rakyat Permanen
Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono mendorong percepatan Sekolah Rakyat permanen di Kabupaten Pekalongan. Pemkab menyiapkan lahan 8,1 hektare di Kedungwuni Timur.
Oleh Arsyid Muhamad
Editor: Mursyid Sonsang
· 2 menit baca
Pekalongan — Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono mendorong percepatan pembangunan Sekolah Rakyat permanen di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, pada Rabu, 30 September 2026. Dorongan itu disampaikan setelah audiensi dengan Pelaksana Tugas Bupati Pekalongan Sukirman di Kantor Kementerian Sosial pada Selasa, 29 September 2026.
Agus menyebut Sekolah Rakyat ditujukan untuk memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin. Program tersebut juga diarahkan untuk membantu memutus transmisi kemiskinan antargenerasi melalui pendidikan.
Pemerintah menargetkan pembangunan 200 Sekolah Rakyat permanen pada 2026. Agus mengatakan 158 sekolah telah tersedia dan berharap Pekalongan dapat memenuhi persyaratan agar berpeluang masuk dalam pembangunan tahun ini.
Sekolah Rakyat saat ini memiliki kapasitas sekitar 1.000 hingga 1.500 siswa untuk jenjang sekolah dasar, sekolah menengah pertama, dan sekolah menengah atas. Kapasitas itu ditargetkan meningkat hingga maksimal 2.500 siswa.
Mengapa pembangunan Sekolah Rakyat penting bagi Pekalongan
Pemerintah Kabupaten Pekalongan menyatakan kesiapan menyediakan lahan seluas 8,1 hektare berstatus hak pakai. Lahan tersebut berada di Kelurahan Kedungwuni Timur, Kecamatan Kedungwuni.
Pemkab Pekalongan juga menyatakan siap memenuhi persyaratan administrasi yang diperlukan. Percepatan persiapan mencakup kesiapan lahan, administrasi, manajemen, dan proyeksi pembangunan.
Pemerintah daerah berharap pembangunan Sekolah Rakyat di Pekalongan dapat terealisasi pada 2027. Pemenuhan persyaratan menjadi tahap yang perlu diselesaikan agar daerah itu dapat mengikuti pembangunan sekolah permanen.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Terbaru di Politik

Berita utama hari ini

Baca juga





