Pemkot Bogor Buka Sentra Kuliner untuk Korban PHK
Pemkot Bogor menyediakan sentra kuliner di Pasar Bersih Jambu Dua bagi warga terdampak PHK. Fasilitas ini dilengkapi insentif, pendampingan, dan akses pasar untuk UMKM pemula.
Oleh Pandi Muktar
Editor: Mursyid Sonsang
· 2 menit baca
Bogor — Pemerintah Kota Bogor menyediakan sentra kuliner di Pasar Bersih Jambu Dua pada 22 September 2026 untuk membantu warga terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK) kembali memperoleh penghasilan melalui usaha kuliner.
Fasilitas itu disiapkan Pemkot Bogor bersama investor dan Perumda Pasar Pakuan Jaya (PPJ). Selain tempat usaha, pemerintah menyediakan skema insentif bagi pelaku usaha rintisan yang memiliki keterbatasan modal agar dapat memulai usaha dengan risiko lebih kecil.
Pasar Bersih Jambu Dua merupakan hasil transformasi Pasar Induk Jambu Dua. Kawasan tersebut tidak hanya menjadi pusat perdagangan bahan pangan, tetapi juga dilengkapi sentra kuliner bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Sentra kuliner menjadi ruang pemulihan penghasilan
Pemkot Bogor mengembangkan kawasan itu sebagai laboratorium UMKM kuliner. Konsep tersebut mempertemukan fasilitas usaha, pendampingan, dan akses pasar bagi pelaku usaha pemula.
Dukungan tersebut terutama ditujukan kepada warga yang kehilangan pekerjaan dan pelaku usaha yang baru merintis bisnis. Skema insentif diharapkan membantu mereka memulai kegiatan usaha tanpa harus menanggung beban modal awal yang lebih besar.
Pengembangan sentra kuliner dilakukan melalui kerja sama Pemkot Bogor, investor, dan Perumda PPJ. Dengan model tersebut, Pasar Bersih Jambu Dua berfungsi sebagai ruang perdagangan bahan pangan sekaligus tempat tumbuhnya usaha kuliner.
Sentra kuliner itu juga menjadi bagian dari upaya mempertemukan pelaku UMKM dengan fasilitas usaha, pendampingan, serta pasar. Laporan yang tersedia menyebut sentra tersebut telah beroperasi dengan 184 tenant setelah diresmikan Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Gaya Hidup
Bisnis Kuliner Indonesia Makin Terkait Gaya Hidup dan Komunitas
Bisnis kuliner di Indonesia semakin terkait dengan gaya hidup dan komunitas. Pelaku usaha perlu memahami kebiasaan konsumen agar pelanggan kembali.
Terbaru di Entrepreneur

Berita utama hari ini

Baca juga





