Penyelam Hilang Saat Memeriksa Bangkai Kapal di Probolinggo
Ismail, 58 tahun, hilang saat menyelam di bangkai KM Bahagia, perairan Kalibuntu, Probolinggo, pada 1 Oktober 2026. Tim SAR gabungan melanjutkan pencarian hingga hari kedua.
Oleh Arsyid Muhamad
· 2 menit baca
Perairan Kalibuntu — Ismail, 58 tahun, dilaporkan hilang saat menyelam di bangkai kapal KM Bahagia di perairan Kalibuntu, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, Kamis, 1 Oktober 2026.
Mengapa ini penting: Pencarian terhadap Ismail masih berlangsung pada 2 Oktober 2026 setelah ia hilang saat menyelam di kedalaman sekitar 40 meter pada hari sebelumnya.
Menurut laporan Kantor Pencarian dan Pertolongan Banyuwangi yang dikutip sejumlah media, Ismail menyelam sekitar pukul 10.03 WIB untuk mendukung pekerjaan pengangkatan kapal pada kedalaman sekitar 40 meter. Ia merupakan warga Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo.
Keluarga dan nelayan setempat melakukan pencarian awal hingga sekitar pukul 13.00 WIB, tetapi Ismail belum ditemukan. Laporan kejadian diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Banyuwangi pada pukul 15.42 WIB dari petugas Pos TNI AL Paiton.
Kantor Pencarian dan Pertolongan Banyuwangi kemudian mengerahkan tujuh personel penyelamat. Tim SAR gabungan bersama unsur TNI AL, kepolisian, pemerintah daerah, aparat setempat, dan nelayan melakukan pencarian di sekitar lokasi kejadian.
Hingga pencarian memasuki hari kedua pada Jumat, 2 Oktober 2026, Ismail belum ditemukan. Tim SAR gabungan masih menyisir perairan di sekitar titik terakhir korban menyelam.
Lokasi pencarian
Lokasi kejadian berada di perairan Kalibuntu, sekitar dua mil laut dari garis pantai, pada kedalaman sekitar 40 meter. Kantor Pencarian dan Pertolongan Banyuwangi mencatat titik kejadian pada koordinat 07°39'50,3" lintang selatan dan 113°24'23,8" bujur timur.
Operasi pencarian berlangsung setelah upaya keluarga dan nelayan tidak menemukan korban. Perkembangan terakhir yang dilaporkan pada 2 Oktober menyebutkan pencarian masih dilakukan dan korban belum ditemukan.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Analisis
Gunung Semeru dan Gunung Ibu Erupsi Bersamaan
Gunung Semeru dan Gunung Ibu erupsi pada 25 September 2026. Kolom abu masing-masing teramati sekitar 700 meter dan 400 meter di atas puncak.
Terbaru di Daerah
Berita utama hari ini

Baca juga





