Santri Bondowoso Didorong Ciptakan Lapangan Kerja Lewat Kewirausahaan
Kementerian UMKM mendorong santri Bondowoso menjadi pengusaha dan pencipta lapangan kerja. Pendidikan kewirausahaan sejak dini serta Prokesra Produktif menjadi bagian strategi tersebut.
Oleh Pandi Muktar
Editor: Mursyid Sonsang
· 2 menit baca
Bondowoso — Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mendorong santri di Bondowoso, Jawa Timur, menjadi pengusaha dan menciptakan lapangan pekerjaan pada Minggu, 4 Oktober 2026.
Deputi Kewirausahaan Kementerian UMKM RI Riza Damanik menyampaikan dorongan itu saat menghadiri Jalan Kaki Bondowoso-Dadapan (Jaka Sopan) 2026 di Pondok Pesantren Al-Islah, Kecamatan Grujugan, Kabupaten Bondowoso. Ia mengatakan santri tidak hanya perlu berorientasi menjadi aparatur sipil negara (ASN), anggota legislatif, atau menekuni profesi lain.
Menurut Riza, pesan agar santri menjadi “tangan di atas” dapat diterjemahkan dalam konteks ekonomi sebagai dorongan untuk menciptakan lapangan pekerjaan, bukan sekadar mencari pekerjaan. Pemerintah juga mendorong lahirnya lebih banyak pengusaha dari kalangan santri atau santripreneur.
Kewirausahaan santri menjadi bagian penguatan ekonomi
Strategi pemerintah untuk meningkatkan jumlah wirausaha mencakup pendidikan kewirausahaan sejak dini. Kementerian UMKM juga menjadi pengampu program Prokesra Produktif, salah satu dari delapan program kerja prioritas nasional Presiden Prabowo Subianto.
Program Prokesra Produktif ditujukan untuk mengonsolidasikan dan memudahkan akses berbagai program kewirausahaan serta pemberdayaan UMKM yang tersebar di 18 kementerian dan lembaga. Konsolidasi tersebut didukung digitalisasi melalui aplikasi Sapa UMKM.
Riza menyebut Prokesra Produktif menargetkan 10 juta penduduk berusaha dan bekerja hingga tahun 2029. Penguatan ekosistem kewirausahaan itu diharapkan membuka peluang bagi santri untuk menjadi pelaku usaha sekaligus menciptakan lapangan pekerjaan di tengah masyarakat.
Kegiatan Jaka Sopan 2026 berlangsung di lingkungan Pondok Pesantren Al-Islah dan menjadi wadah bagi santri untuk mengasah jiwa kewirausahaan sebelum terjun ke masyarakat. Sumber laporan juga menyebut kegiatan tersebut menggerakkan UMKM melalui penyediaan puluhan stan UMKM.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Entrepreneur
Kementerian UMKM dan PNM Luncurkan Laksmi di Surabaya
Program Laksmi 2026 menyasar sekitar 500 pengusaha mikro perempuan di Jawa Timur, termasuk 250 nasabah PNM. Pendampingan mencakup manajemen usaha dan…
Terbaru di Entrepreneur

Berita utama hari ini

Baca juga





