Kabar18.com

Senin, 5 Oktober 2026

Santri Bondowoso Didorong Ciptakan Lapangan Kerja Lewat Kewirausahaan

Kementerian UMKM mendorong santri Bondowoso menjadi pengusaha dan pencipta lapangan kerja. Pendidikan kewirausahaan sejak dini serta Prokesra Produktif menjadi bagian strategi tersebut.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Peralatan pertukangan kayu seperti amplas listrik dan serpihan kayu di bengkel kerja.
Ilustrasi: Peralatan pertukangan kayu seperti amplas listrik dan serpihan kayu di bengkel kerja. · Foto: Thijs van der Weide / Pexels

Bondowoso — Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mendorong santri di Bondowoso, Jawa Timur, menjadi pengusaha dan menciptakan lapangan pekerjaan pada Minggu, 4 Oktober 2026.

Deputi Kewirausahaan Kementerian UMKM RI Riza Damanik menyampaikan dorongan itu saat menghadiri Jalan Kaki Bondowoso-Dadapan (Jaka Sopan) 2026 di Pondok Pesantren Al-Islah, Kecamatan Grujugan, Kabupaten Bondowoso. Ia mengatakan santri tidak hanya perlu berorientasi menjadi aparatur sipil negara (ASN), anggota legislatif, atau menekuni profesi lain.

Menurut Riza, pesan agar santri menjadi “tangan di atas” dapat diterjemahkan dalam konteks ekonomi sebagai dorongan untuk menciptakan lapangan pekerjaan, bukan sekadar mencari pekerjaan. Pemerintah juga mendorong lahirnya lebih banyak pengusaha dari kalangan santri atau santripreneur.

Kewirausahaan santri menjadi bagian penguatan ekonomi

Strategi pemerintah untuk meningkatkan jumlah wirausaha mencakup pendidikan kewirausahaan sejak dini. Kementerian UMKM juga menjadi pengampu program Prokesra Produktif, salah satu dari delapan program kerja prioritas nasional Presiden Prabowo Subianto.

Program Prokesra Produktif ditujukan untuk mengonsolidasikan dan memudahkan akses berbagai program kewirausahaan serta pemberdayaan UMKM yang tersebar di 18 kementerian dan lembaga. Konsolidasi tersebut didukung digitalisasi melalui aplikasi Sapa UMKM.

Riza menyebut Prokesra Produktif menargetkan 10 juta penduduk berusaha dan bekerja hingga tahun 2029. Penguatan ekosistem kewirausahaan itu diharapkan membuka peluang bagi santri untuk menjadi pelaku usaha sekaligus menciptakan lapangan pekerjaan di tengah masyarakat.

Kegiatan Jaka Sopan 2026 berlangsung di lingkungan Pondok Pesantren Al-Islah dan menjadi wadah bagi santri untuk mengasah jiwa kewirausahaan sebelum terjun ke masyarakat. Sumber laporan juga menyebut kegiatan tersebut menggerakkan UMKM melalui penyediaan puluhan stan UMKM.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Entrepreneur

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.