Siswa Belajar dan Membentuk Karakter di Kampung Adat Banceuy
Trip Observasi 2026 di Kampung Adat Banceuy berlangsung lima hari dan diikuti siswa kelas X SMA Labschool Jakarta. Siswa belajar melalui kegiatan sosial, lingkungan, budaya, dan penelitian sederhana.
Oleh Mukmin John
Editor: Mursyid Sonsang
· 2 menit baca
Subang — Trip Observasi 2026 SMA Labschool Jakarta membentuk kemandirian, karakter, dan kepedulian sosial siswa melalui kegiatan bersama masyarakat Kampung Adat Banceuy, Kabupaten Subang, Jawa Barat, pada 27 September hingga 1 Oktober 2026.
Kegiatan yang berlangsung selama lima hari itu diikuti siswa kelas X. Mereka tinggal bersama keluarga asuh dan mengikuti program Peduli Kehidupan Desa, termasuk membajak sawah, menanam padi, memanen hasil kebun, serta menangkap ikan.
Selain terlibat dalam aktivitas sosial dan lingkungan, siswa mengamati serta melakukan penelitian ilmiah sederhana mengenai lingkungan dan budaya setempat. Trip Observasi 2026 mengusung tema “Membentuk Murid yang Mandiri, Berkarakter, dan Berbudaya Ilmiah Melalui 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat”.
Mengapa kegiatan ini penting bagi pembaca
Pembelajaran tersebut mempertemukan siswa dengan kehidupan masyarakat secara langsung. Menurut keterangan yang dikutip dalam laporan, pengalaman di desa menjadi ruang bagi siswa untuk memahami kemandirian, kepemimpinan, empati, kepedulian sosial, dan gotong royong di luar kelas.
Trip Observasi merupakan tradisi pendidikan SMA Labschool Jakarta yang telah berlangsung sejak 1972 dan pada 2026 memasuki pelaksanaan ke-54. Para siswa tidak hanya mempelajari kehidupan warga, tetapi juga berinteraksi dan berdiskusi dengan masyarakat Kampung Adat Banceuy.
Kegiatan sosial turut melibatkan orang tua murid. Pada 29 September 2026, mereka mengadakan bakti sosial kesehatan gratis yang melibatkan 13 dokter umum dan delapan dokter gigi. Layanan itu mencakup pemeriksaan kesehatan, pemeriksaan gigi, dan edukasi hidup sehat.
Orang tua murid juga mengadakan bazar murah yang menyediakan kebutuhan pokok, perlengkapan sekolah, dan pakaian layak pakai. Selain itu, siswa dan orang tua memberikan buku bacaan serta santunan kepada dhuafa dan lansia.
Media Indonesia melaporkan kegiatan ini sebagai pembelajaran di luar kelas yang dirancang untuk membangun kemandirian, kepemimpinan, empati, serta kepedulian sosial siswa. Laporan Tribunnews menyebut kegiatan tersebut menjadi bagian dari penerapan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat melalui interaksi dengan warga, lingkungan, dan budaya setempat.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Pendidikan
Kemendikdasmen dan OJK Sediakan Bahan Ajar Gratis di Jakarta
Kemendikdasmen dan OJK menyediakan bahan ajar literasi keuangan gratis di Rumah Pendidikan. Materinya mencakup keuangan pribadi, ekonomi digital, inve…
Terbaru di Pendidikan

Berita utama hari ini

Baca juga





