TDA Dorong UMKM Surabaya Naik Kelas lewat Produktivitas
Komunitas Pengusaha Tangan Di Atas menilai penggunaan teknologi belum cukup mengukur kemajuan UMKM. Produktivitas, akses pasar, dan kapasitas usaha menjadi ukuran lanjutan.
Oleh Pandi Muktar
· 2 menit baca
Surabaya — Komunitas Pengusaha Tangan Di Atas (TDA) mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) meningkatkan produktivitas, memperluas pasar, dan memperkuat kapasitas usaha dalam Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) TDA 9.0 di Surabaya pada 13–15 Oktober 2026.
TDA menilai meluasnya penggunaan teknologi digital belum cukup menjadi ukuran keberhasilan transformasi bisnis. Pemanfaatan teknologi perlu terlihat pada peningkatan efisiensi, produktivitas, daya saing, serta kemampuan menjangkau konsumen dan pasar baru.
Presiden TDA 9.0 Ferdian Brilian mengatakan tantangan pengusaha tidak hanya berkaitan dengan pembiayaan. Penguatan kapasitas, produktivitas, akses pasar, teknologi, konektivitas, dan kemitraan juga diperlukan agar pertumbuhan usaha berlangsung lebih kuat.
Dalam forum tersebut, TDA menekankan bahwa adopsi pembayaran digital tidak otomatis menunjukkan peningkatan keuntungan atau efisiensi setiap pelaku usaha. Teknologi perlu membantu pengusaha mengelola bisnis, menekan biaya operasional, memperbaiki proses kerja, dan membangun peluang pertumbuhan.
Produktivitas menjadi ukuran lanjutan transformasi UMKM
Mukernas TDA 9.0 diikuti sekitar 500 pengurus dari 119 daerah di Indonesia. Pembahasan forum mencakup penguatan kapasitas bisnis, pemanfaatan teknologi, perluasan akses pasar, dan kemitraan usaha.
TDA juga memperkuat pengembangan kapasitas melalui TDA Academy. Program tersebut mencakup pembelajaran manajemen, keuangan, pemasaran, kepemimpinan, pengelolaan sumber daya manusia, teknologi, dan kesiapan mengembangkan skala usaha.
Isu ini berkaitan dengan arah pengembangan UMKM nasional. Digitalisasi tidak hanya menyangkut keberadaan usaha di platform atau penggunaan alat pembayaran, tetapi juga kemampuan usaha menghasilkan kinerja yang lebih efisien, produktif, dan kompetitif.
TDA menyebut perubahan teknologi, perilaku konsumen, dan persaingan usaha menuntut pengusaha terus meningkatkan kemampuan beradaptasi. Penguatan jaringan dengan korporasi, pemerintah, lembaga keuangan, perguruan tinggi, dan penyedia teknologi dipandang dapat membantu membuka akses pasar serta peluang kemitraan.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Gaya Hidup
Agenda Surabaya 16 Oktober: PRJ, JACOWEEK, dan Festival Korea
Sejumlah agenda berlangsung di Surabaya pada Jumat, 16 Oktober 2026, termasuk PRJ Surabaya 2026, JACOWEEK MRKT 2026, pameran seni, serta festival bern…
Terbaru di Entrepreneur

Berita utama hari ini

Baca juga





