Tulungagung Uji Rujukan JKN Berbasis Kompetensi
Simulasi rujukan JKN berbasis kompetensi di Tulungagung pada 26 September mencatat waktu 2 menit 47 detik, lebih cepat dari batas maksimal empat menit.
Oleh Asyinta Sastra
Editor: Mursyid Sonsang
· 2 menit baca
Tulungagung — Simulasi rujukan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) berbasis kompetensi di Kabupaten Tulungagung pada 26 September 2026 mencatat waktu pemrosesan 2 menit 47 detik.
Skema tersebut mengarahkan pasien dari Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) langsung ke rumah sakit yang memiliki kemampuan pelayanan sesuai kebutuhan medis. Rujukan tidak lagi harus mengikuti urutan kelas rumah sakit dari tipe D, C, B, hingga A.
Kementerian Kesehatan menguji coba sistem itu di empat wilayah, yakni Kabupaten Tulungagung, Kota Bandung, Kota Makassar, dan Kabupaten Muara Enim. Tulungagung menjadi salah satu lokasi percontohan untuk perubahan rujukan JKN berbasis kompetensi fasilitas kesehatan.
Rujukan sesuai kompetensi mempercepat akses pasien
Dalam simulasi di Tulungagung, waktu pemrosesan 2 menit 47 detik berada di bawah batas maksimal empat menit yang ditetapkan Kementerian Kesehatan. Sistem ini menempatkan kebutuhan medis pasien dan kemampuan layanan fasilitas kesehatan sebagai dasar penentuan tujuan rujukan.
Dengan pola tersebut, pasien yang memerlukan layanan spesialis dapat diarahkan langsung ke fasilitas kesehatan yang mempunyai kompetensi penanganan terkait. Perubahan ini dimaksudkan untuk memangkas tahapan rujukan dan mempercepat pasien memperoleh layanan yang sesuai.
Rujukan Berbasis Kemampuan Pelayanan (RBKP), Kelas Rawat Inap Standar (KRIS), dan Indonesian Diagnosis Related Groups (iDRG) termasuk dalam uji coba. Penerapan sistem baru itu dipantau untuk menilai efektivitasnya sebelum digunakan lebih luas.
Uji coba di Tulungagung melibatkan fasilitas pelayanan kesehatan pemerintah dan swasta. Pemantauan penerapan sistem dilakukan selama dua hari, sedangkan pelaksanaan uji coba akan terus dipantau selama enam bulan.
Keempat wilayah percontohan tersebut menjadi bagian dari pengujian reformasi JKN. Fokus pada kompetensi fasilitas kesehatan memungkinkan tujuan rujukan ditentukan berdasarkan layanan yang dibutuhkan pasien, bukan semata-mata berdasarkan tingkatan rumah sakit.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Kesehatan
Kementerian Kesehatan Siaga Hadapi Dampak El Niño terhadap Kesehatan
Kementerian Kesehatan memperkuat kesiapsiagaan menghadapi dampak El Niño terhadap kesehatan. Warga diminta memantau kualitas udara, membatasi aktivita…
Terbaru di Kesehatan

Berita utama hari ini

Baca juga





