Kabar18.com

Senin, 28 September 2026

Tulungagung Uji Rujukan JKN Berbasis Kompetensi

Simulasi rujukan JKN berbasis kompetensi di Tulungagung pada 26 September mencatat waktu 2 menit 47 detik, lebih cepat dari batas maksimal empat menit.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Stetoskop biru dan ponsel pintar tergeletak di atas permukaan putih bersih.
Ilustrasi: Stetoskop biru dan ponsel pintar tergeletak di atas permukaan putih bersih. · Foto: Negative Space / stocksnap (Openverse), CC0

Tulungagung — Simulasi rujukan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) berbasis kompetensi di Kabupaten Tulungagung pada 26 September 2026 mencatat waktu pemrosesan 2 menit 47 detik.

Skema tersebut mengarahkan pasien dari Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) langsung ke rumah sakit yang memiliki kemampuan pelayanan sesuai kebutuhan medis. Rujukan tidak lagi harus mengikuti urutan kelas rumah sakit dari tipe D, C, B, hingga A.

Kementerian Kesehatan menguji coba sistem itu di empat wilayah, yakni Kabupaten Tulungagung, Kota Bandung, Kota Makassar, dan Kabupaten Muara Enim. Tulungagung menjadi salah satu lokasi percontohan untuk perubahan rujukan JKN berbasis kompetensi fasilitas kesehatan.

Rujukan sesuai kompetensi mempercepat akses pasien

Dalam simulasi di Tulungagung, waktu pemrosesan 2 menit 47 detik berada di bawah batas maksimal empat menit yang ditetapkan Kementerian Kesehatan. Sistem ini menempatkan kebutuhan medis pasien dan kemampuan layanan fasilitas kesehatan sebagai dasar penentuan tujuan rujukan.

Dengan pola tersebut, pasien yang memerlukan layanan spesialis dapat diarahkan langsung ke fasilitas kesehatan yang mempunyai kompetensi penanganan terkait. Perubahan ini dimaksudkan untuk memangkas tahapan rujukan dan mempercepat pasien memperoleh layanan yang sesuai.

Rujukan Berbasis Kemampuan Pelayanan (RBKP), Kelas Rawat Inap Standar (KRIS), dan Indonesian Diagnosis Related Groups (iDRG) termasuk dalam uji coba. Penerapan sistem baru itu dipantau untuk menilai efektivitasnya sebelum digunakan lebih luas.

Uji coba di Tulungagung melibatkan fasilitas pelayanan kesehatan pemerintah dan swasta. Pemantauan penerapan sistem dilakukan selama dua hari, sedangkan pelaksanaan uji coba akan terus dipantau selama enam bulan.

Keempat wilayah percontohan tersebut menjadi bagian dari pengujian reformasi JKN. Fokus pada kompetensi fasilitas kesehatan memungkinkan tujuan rujukan ditentukan berdasarkan layanan yang dibutuhkan pasien, bukan semata-mata berdasarkan tingkatan rumah sakit.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Kesehatan

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.