Kabar18.com

Kamis, 15 Oktober 2026

Warga Tolak Stockpile Batu Bara Dekat Perumahan Aurduri

Rencana pembangunan stockpile batu bara di wilayah Kelurahan Aur Kenali, Kecamatan Telanaipura, Kota Jambi, ditolak mentah-mentah oleh warga.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Lahan yang dikabarkan akan dibangun terminal pengumpulan batu bara di kawasan Aur Kenali | DOD
Lahan yang dikabarkan akan dibangun terminal pengumpulan batu bara di kawasan Aur Kenali | DOD

KOTAJAMBI, KABAR18.COM - Rencana pembangunan stockpile batu bara di wilayah Kelurahan Aur Kenali, Kecamatan Telanaipura, Kota Jambi, ditolak mentah-mentah oleh warga Perumahan Griya Aurduri Indah.

Penolakan berawal dari dilakukannya pembersihan lahan (land clearing) di RT 04, tepatnya di samping kantor Balai Wilayah Sungai Sumatra (BWSS) VI. Lokasi ini berada persis di perbatasan Kota Jambi dan Kabupaten Muarojambi.

Pantauan di lokasi yang berbatasan dengan Desa Mendalo Darat, Kecamatan Jambi Luar Kota, Muarojambi, pembersihan lahan di sisi Jalan Lintas Timur itu sudah hampir rampung. Lahan dalam waktu dekat siap digunakan.

Warga Muarojambi, Fuad, menduga kuat lahan yang luasnya belum diketahui pasti itu bakal dijadikan terminal batu bara. Jika itu benar, Fuad akan memprotesnya. Dia sangat menolak, karena dipastikan bakal banyak membawa dampak negatif bagi warga.

Protes juga disampaikan Khairul, warga Perumahan Aurduri, yang tempat tinggalnya berhadapan langsung dengan lahan yang dibersihkan. Khairul menolak tegas stockpile ini karena pasti berdampak buruk terhadap pemukiman warga.

"Di sini banyak perumahan, bukan cuma Perumahan Aurduri. Ada puluhan ribu jiwa yang bermukim di sekitar sini. Polusi dan kemacetan lalu lintas pasti terjadi. Apalagi lokasinya di pinggir sungai, angin akan meniup debu halus batu bara ke perumahan,” tegas Khairul.

Sementara itu, sumber menyebutkan, lokasi yang dibersihkan tersebut dipastikan untuk stockpile batu bara. Belum diketahui siapa pengelola dan pemilik lahan, dan orang-orang di belakangnya.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jambi, Jhon Eka Powa, mengaku belum mendapat informasi tentang rencana pembangunan stockpile batu bara di wilayah Aurduri itu. Dia juga belum menerima permohonan izin dari pengelola maupun pemilik lahan.

Jhon Eka Powa menegaskan, untuk pembangunan stockpile tidak segampang membalikkan telapak tangan. Banyak amdal yang harus dilengkapi. Salah satunya amdal lalu lintas dari dinas perhubungan.

“Saya belum dapat informasi tentang stockpile itu. Permohonan izinnya tidak ada masuk ke kami. Kalaupun ada, pasti kami pelajari dulu, apa dampaknya bagi lalu lintas,” jelas pejabat yang ditugaskan Gubernur Jambi, Al Haris, menyelesaikan masalah angkutan batu bara ini. ***

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Lingkungan

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.