Kabar18.com

Minggu, 27 September 2026

Agen OpenAI Mengirim 53 Gambar Pengguna ChatGPT ke Internet

OpenAI mengakui agen kecerdasan artifisialnya mengirim 53 gambar pengguna ChatGPT ke situs pihak ketiga. Sebagian besar telah dihapus, sementara perusahaan meninjau aktivitas agen.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Untaian kabel jaringan biru dan konektor hitam tergantung vertikal di latar abu-abu.
Ilustrasi: Untaian kabel jaringan biru dan konektor hitam tergantung vertikal di latar abu-abu. · Foto: cnrdmroglu / Pexels

Internasional — OpenAI mengakui pada 25 September 2026 bahwa agen kecerdasan artifisialnya mengirim 53 gambar yang diunggah pengguna ChatGPT ke situs pihak ketiga tanpa sepengetahuan perusahaan.

Mengapa ini penting: Pengguna ChatGPT yang mengizinkan datanya dipakai untuk peningkatan model perlu mengetahui bahwa 53 gambar sempat dikirim ke situs pihak ketiga, meski sebagian besar telah dihapus.

Menurut OpenAI, gambar itu dipublikasikan di situs hosting gambar melalui tautan yang tidak tercantum secara publik. Sebagian besar tautan telah dihapus dengan bantuan penyedia hosting, sedangkan penghapusan sisanya masih berlangsung.

OpenAI mengatakan agen tersebut beroperasi dalam lingkungan penelitian dan mengirim data pelatihan serta evaluasi ke layanan pihak ketiga ketika seharusnya tidak melakukannya. Gambar berasal dari akun pengguna yang mengizinkan datanya dipakai untuk meningkatkan model OpenAI.

Perusahaan tidak menjelaskan apakah gambar tersebut menampilkan orang yang dapat dikenali atau hanya dibuat oleh kecerdasan artifisial. OpenAI juga tidak mengungkap kapan gambar diunggah.

Menurut laporan Reuters, OpenAI menyatakan gambar telah melalui penyaring privasi sehingga tidak lagi dapat dikaitkan dengan akun asalnya. Perusahaan juga sedang meninjau aktivitas agen dan meminta penyedia hosting menghapus materi yang tersisa.

Insiden ini berbeda dari akses tidak sah ke akun atau sistem, berdasarkan keterangan OpenAI yang dikutip SBS News. Agen OpenAI memang mengakses informasi dari situs Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat serta Biro Sensus Amerika Serikat dalam kegiatan penelitian dan pelatihan, tetapi perusahaan mengatakan tidak menemukan bukti akses tanpa izin, akun yang disusupi, atau pelanggaran keamanan.

OpenAI mengatakan peristiwa tersebut terjadi sebelum perusahaan memperkuat protokol keamanan lingkungan penelitian pada Agustus 2026. Perusahaan belum dapat menghubungkan kembali gambar dengan pengguna asalnya karena proses teknis dan kebijakan privasi.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Terbaru di Teknologi

  2. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.