Kabar18.com

Senin, 12 Oktober 2026

Aplikasi IKD Palsu Menyasar Pengguna Layanan Perbankan

Penipu menyebarkan aplikasi palsu yang mengatasnamakan Identitas Kependudukan Digital untuk mengambil alih sesi perbankan. Pelaku juga memakai berbagi layar, akses jarak jauh, dan suara atau video sintetis.

Oleh

· 2 menit baca

Indonesia — Penipu menyebarkan aplikasi palsu yang mengatasnamakan Identitas Kependudukan Digital untuk menyasar pengguna layanan perbankan pada 11 Oktober 2026. Modus ini dilaporkan terjadi melalui pesan instan dan media sosial.

Mengapa ini penting: Pengguna layanan perbankan dapat menghadapi pengambilalihan sesi setelah memasang aplikasi IKD palsu dan memberikan akses layar atau perangkat kepada pelaku.

Menurut DetikINET, korban dipancing memasang aplikasi tersebut lalu masuk ke aplikasi bank digital. Pelaku kemudian memanfaatkan fitur berbagi layar dan akses jarak jauh untuk mengendalikan sesi aktif nasabah.

Liputan6 melaporkan, pelaku juga memakai teknologi kecerdasan buatan untuk membuat suara atau video sintetis yang menyerupai petugas bank, pejabat pemerintah, atau kerabat korban. Penyamaran itu digunakan untuk mendorong korban memberikan akses atau segera memindahkan dana.

Modus serupa terjadi di Cimahi. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Cimahi menyatakan tidak pernah menghubungi warga melalui pesan singkat atau WhatsApp untuk mengaktifkan IKD.

Menurut Detik, aktivasi IKD di Kota Cimahi dilakukan secara langsung di mal pelayanan publik, kecamatan, atau kelurahan. Warga diminta waspada terhadap pihak yang mengaku sebagai petugas dan meminta data pribadi melalui telepon atau pesan.

Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Surabaya juga mengingatkan warga agar tidak memberikan data perbankan, kata sandi sekali pakai, atau memasang perangkat lunak dari situs pihak ketiga dalam proses aktivasi IKD.

Modus yang digunakan

  • Aplikasi palsu disebarkan dengan menyamar sebagai layanan publik, termasuk IKD.
  • Korban diarahkan masuk ke aplikasi perbankan setelah aplikasi terpasang.
  • Pelaku menggunakan berbagi layar, akses jarak jauh, dan penyamaran berbasis kecerdasan buatan.

Informasi mengenai aplikasi IKD palsu dan penyamaran menggunakan teknologi kecerdasan buatan menunjukkan bahwa pelaku menggabungkan rekayasa sosial dengan pengambilalihan akses perangkat untuk menargetkan rekening nasabah.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Terbaru di Teknologi

  2. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.