Kabar18.com

Selasa, 22 September 2026

Atlet Indonesia Dominan di West Java Paragliding Championship 2026

West Java Paragliding Championship (WJPC) 2026 di Sumedang resmi berakhir pada 20 September 2026.

Oleh

· 3 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Seseorang bermain paralayang dengan parasut merah di atas bukit berumput hijau.
Ilustrasi: Seseorang bermain paralayang dengan parasut merah di atas bukit berumput hijau. · Foto: Quang Nguyen Vinh / Pexels

Sumedang — West Java Paragliding Championship (WJPC) 2026 resmi berakhir pada 20 September 2026 di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Kejuaraan paralayang internasional ini melahirkan sejumlah juara, dengan atlet Indonesia Jafro Megawanto dan tim Tahu Sumedang mencatat prestasi menonjol di beberapa kategori.

Mengapa ini penting: Kejuaraan ini menegaskan prestasi atlet paralayang Indonesia dan mendukung posisi Sumedang sebagai destinasi sport tourism melalui ajang internasional berjadwal rutin.

Kejuaraan berlangsung sejak 12 hingga 20 September 2026 di area Batu Dua, Kecamatan Cisitu, dengan lokasi terbang di kawasan Waduk Jatigede. Menurut Federasi Aero Sport Indonesia (FASI), WJPC 2026 menjadi seri ketiga IPXC dan seri kedua AFA XC League 2026, yang diikuti pilot dari berbagai negara.

Dominasi Zhenjun Zhao dan Jafro Megawanto

Pada klasemen keseluruhan atau kategori Overall, pilot asal Cina, Zhenjun Zhao, menjadi juara dengan perolehan 3.399,9 poin. Posisi kedua ditempati Vit Pekarek dari Republik Ceko dengan 3.394,9 poin.

Andalan Indonesia, Jafro Megawanto, menempati posisi ketiga Overall dengan 3.353,1 poin. Menurut laporan Media Indonesia dan sejumlah media lokal, Jafro tetap menjadi salah satu tokoh utama kejuaraan ini meski berada di peringkat tiga Overall.

Di kategori National Indonesia, Jafro Megawanto tampil sebagai juara dengan raihan 3.353,1 poin. Di posisi kedua terdapat Krisdiantono dari Jawa Tengah dengan 3.289,8 poin, disusul Samuel Pisga Drajad, juga dari Jawa Tengah, dengan 3.196,8 poin.

Tim Tahu Sumedang Juara Beregu

Prestasi lain datang dari kategori beregu. Tim lokal Tahu Sumedang meraih juara pertama dengan total 11.779,7 poin. Tim ini diperkuat Vit Pekarek, Pavel Iker, Jinhee Baek, dan Nurhaqimy Ismail.

Tim Rise China Korea Para menempati posisi kedua dengan 11.739,4 poin. Tim tersebut beranggotakan Zhenjun Zhao, Xiaoya Xie, Chigwon Won, dan Ni Mo. Posisi ketiga diduduki BJB Team dengan 10.392,2 poin, yang diperkuat Jafro Megawanto, Pangeran Dirgantara, Ardiansyah Mega Putra, dan Roni Pratama.

Junior U26 Dikuasai Atlet Indonesia

Kategori Junior U26 juga menjadi ajang unjuk kemampuan atlet muda Indonesia. Tiga posisi teratas diraih atlet nasional.

Samuel Pisga Drajad keluar sebagai juara dengan 3.196,8 poin. Pangeran Dirgantara Pribaya menempati posisi kedua dengan 3.074,3 poin, sedangkan Ardiansyah Mega Putra berada di posisi ketiga dengan 2.852,4 poin.

Kategori Lain dan Dampak Sport Tourism

Panitia juga mempertandingkan sejumlah kelas lain, antara lain Fun Class, Female Class, dan Sports Class. Di Fun Class, Danny Leowardy dari Indonesia menjadi juara dengan 1.328,4 poin.

Pemerintah Kabupaten Sumedang memanfaatkan WJPC 2026 untuk memperkuat citra daerah sebagai destinasi sport tourism. Menurut pejabat setempat, kejuaraan ini menghadirkan 88 pilot dari 13 negara dan digelar tanpa dukungan anggaran pendapatan dan belanja daerah.

Dengan hasil kejuaraan ini, atlet paralayang Indonesia menunjukkan daya saing di level internasional sekaligus mendukung promosi pariwisata olahraga di Jawa Barat.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Terbaru di Olahraga

  2. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.