Jenazah Kru Mi-17V5 TNI Dievakuasi dari Seruyan ke Jakarta
Sertu (Anumerta) Heri Prasetyo berhasil dievakuasi dari badan helikopter Mi-17V5 di Seruyan, Kalimantan Tengah. Jenazah dipersiapkan untuk dibawa kepada keluarga di Jakarta.
Oleh Arsyid Muhamad
· 2 menit baca
Seruyan — Satu jenazah kru helikopter Mi-17V5 milik Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD), Sertu (Anumerta) Heri Prasetyo, berhasil dievakuasi dari badan pesawat di perairan Seruyan, Kalimantan Tengah, Jumat (6/11/2026), lalu dipersiapkan untuk dibawa kepada keluarganya di Srengseng Sawah, Jakarta.
Jenazah Heri merupakan korban terakhir yang diangkat dalam proses evakuasi kecelakaan helikopter saat menjalankan misi pemadaman kebakaran hutan dan lahan. Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin mengatakan jenazah berhasil dievakuasi sekitar pukul 08.30 WIB.
Tim SAR gabungan menemukan dan mengangkat jenazah dari lokasi kecelakaan di perairan Desa Pematang Limau/Sungai Perlu, Kecamatan Seruyan Hilir, Kabupaten Seruyan. Setelah dievakuasi, jenazah dibawa menggunakan kapal menuju Pelabuhan Segintung untuk selanjutnya diantar ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kuala Pembuang.
Pemulangan jenazah menjadi perhatian pembaca
Evakuasi ini menandai pengangkatan seluruh korban meninggal dalam kecelakaan helikopter Mi-17V5 tersebut. Peristiwa itu berkaitan langsung dengan operasi pemadaman karhutla di Kalimantan Tengah dan melibatkan personel TNI AD yang menjalankan tugas kemanusiaan sekaligus penanganan bencana.
Kecelakaan tersebut mengakibatkan tiga prajurit TNI AD gugur, yakni Letkol Cpn (Anumerta) Dudi Firmansyah, Kapten Cpn (Anumerta) Nurhafiz Akbar, dan Sertu (Anumerta) Heri Prasetyo. Lima kru lain yang selamat terdiri atas Kapten CPN Febri, Letda CPN Fercis, Pratu Gilang, Serka Kadiya, dan Kapten CPN Suganda.
Sumber laporan menyebut helikopter membawa delapan personel ketika menjalankan misi pemadaman kebakaran hutan dan lahan. Jenazah Heri selanjutnya disiapkan untuk dipulangkan kepada keluarga di kawasan Srengseng Sawah, Jakarta.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Gaya Hidup
Orang Tua Jakarta Diminta Kenali Potensi Anak Tanpa Membandingkan
Orang tua di Jakarta dianjurkan mengamati minat, kemampuan, dan respons anak tanpa menjadikan anak lain sebagai pembanding. Pemetaan talenta disebut s…
Terbaru di Pertahanan

Berita utama hari ini

Baca juga




