BI Perkirakan Kerugian Serangan Siber Capai Rp111 Triliun pada 2026
Bank Indonesia memperkirakan kerugian akibat serangan siber di Indonesia mencapai US$6,2 miliar atau sekitar Rp111 triliun pada 2026. BI mendorong kolaborasi untuk memperkuat keamanan transaksi digital.
Oleh Kevin Mikael Januar
· 2 menit baca
Jakarta — Bank Indonesia memperkirakan kerugian akibat serangan siber di Indonesia mencapai sekitar US$6,2 miliar atau Rp111,02 triliun sepanjang 2026. Gubernur BI Destry Damayanti menyampaikan perkiraan itu dalam pembukaan FEKDI x IFSE 2026 di Jakarta, 24 September 2026.
Mengapa ini penting: Perkiraan kerugian ini menyoroti risiko yang dihadapi pengguna dan pelaku usaha dalam transaksi digital serta mendorong penguatan perlindungan konsumen.
Menurut Destry, angka tersebut bersumber dari data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia. Perkiraan kerugian mencakup dampak penyalahgunaan data, penipuan, dan scam.
Destry mengatakan peningkatan adopsi kecerdasan artifisial dan otomatisasi turut memperbesar risiko siber, penyalahgunaan data, fraud, dan scam. Karena itu, BI mendorong penguatan sinergi dengan industri serta kementerian dan lembaga untuk menjaga keamanan sistem pembayaran digital dan melindungi konsumen.
Agenda penguatan keamanan digital
Dalam siaran persnya, BI menyatakan FEKDI x IFSE 2026 menjadi forum untuk memperkuat kolaborasi dalam pengembangan ekosistem ekonomi dan keuangan digital. Acara tersebut berlangsung di Jakarta International Convention Center pada 24-26 September 2026.
BI juga menekankan pentingnya inovasi yang disertai pengelolaan risiko. Penguatan keamanan siber diperlukan agar perluasan transaksi digital tidak meningkatkan kerentanan masyarakat terhadap penyalahgunaan data, penipuan, dan scam.
Perkiraan US$6,2 miliar dikonversi menjadi Rp111,02 triliun dengan asumsi kurs Rp17.908 per dolar AS. Nilai rupiah dapat berbeda jika menggunakan asumsi kurs lain.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Ekonomi & Keuangan
IHSG Melemah di Pembukaan Jakarta, BI Pertahankan BI-Rate
IHSG turun 9,93 poin atau 0,16 persen ke level 6.364,97 pada pembukaan perdagangan Kamis. Bank Indonesia mempertahankan BI-Rate 5,75 persen.
Terbaru di Teknologi

Berita utama hari ini

Baca juga





