Kabar18.com

Rabu, 23 September 2026

BMKG Prakirakan Kabut Asap Karhutla Berdampak di 93 Kabupaten

BMKG memprakirakan kabut asap karhutla pada 23 September 2026 berdampak pada 93 kabupaten di 18 provinsi. Sebanyak 12 wilayah diprediksi masuk kategori udara berbahaya.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Pepohonan di dalam hutan yang diselimuti kabut tebal berwarna kebiruan.
Ilustrasi: Pepohonan di dalam hutan yang diselimuti kabut tebal berwarna kebiruan. · Foto: Chengxin Zhao / Pexels

Indonesia — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika memprakirakan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan masih berdampak pada 93 kabupaten di 18 provinsi pada 23 September 2026.

Mengapa ini penting: Prakiraan ini berarti warga di 93 kabupaten pada 18 provinsi berpotensi menghadapi kualitas udara tidak sehat hingga berbahaya pada 23 September 2026.

Prakiraan itu menempatkan 89 wilayah atau titik pada kategori udara tidak sehat, lima pada kategori sangat tidak sehat, dan 12 pada kategori berbahaya. Konsentrasi aerosol maksimum diperkirakan mencapai 9,85.

Informasi tersebut menunjukkan bahwa penurunan jumlah titik panas belum otomatis menghilangkan risiko kualitas udara. Data Kementerian Kehutanan yang dikutip Bisnis Indonesia mencatat 688 titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi secara nasional pada 21 September 2026, turun dari 1.532 titik sehari sebelumnya.

Kalimantan Tengah mencatat jumlah titik panas tertinggi di antara wilayah prioritas, yakni 228 titik pada 21 September. Angka itu turun dari 968 titik pada 20 September, menurut data Sistem Pemantauan Karhutla Kementerian Kehutanan.

Bisnis Indonesia melaporkan kualitas udara di sejumlah wilayah Sumatra dan Kalimantan masih berada pada kategori tidak sehat hingga berbahaya. Kondisi tersebut tetap mengganggu aktivitas masyarakat meski jumlah titik panas menurun.

Asap pekat juga menyelimuti sejumlah daerah di Kalimantan Tengah. Detikcom melaporkan langit di sebagian besar wilayah provinsi itu tampak oranye pada 21 September akibat asap karhutla, sementara data indeks standar pencemar udara Kementerian Lingkungan Hidup menunjukkan kategori berbahaya di Gunung Mas, Murung Raya, Kotawaringin Timur, dan Kapuas.

Data BMKG mengenai prakiraan 23 September menjadi dasar pemantauan lanjutan terhadap sebaran asap dan kualitas udara di wilayah terdampak.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Lingkungan

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.