BRIN Perkenalkan Lalita untuk Deteksi Arca di Jakarta
BRIN memperkenalkan Lalita Interactive Catalogue pada puncak IRIFair 2026 di Jakarta. Aplikasi berbasis AI itu membantu mencocokkan arca dan menelusuri kemungkinan asalnya.
Oleh Kevin Mikael Januar
Editor: Mursyid Sonsang
· 2 menit baca
Jakarta — Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memperkenalkan Lalita Interactive Catalogue, teknologi berbasis kecerdasan artifisial untuk membantu mendeteksi arca dan menelusuri asal-usulnya, pada puncak Indonesia Research and Innovation Fair (IRIFair) 2026 di Jakarta, Kamis (24/9).
Teknologi tersebut diperkenalkan di Auditorium Sumitro Djojohadikusumo, BRIN. Lalita dikembangkan oleh peneliti Pusat Riset Kecerdasan Artifisial dan Keamanan Siber BRIN dengan berkonsultasi bersama arkeolog Indonesia serta museum di Belanda.
Aplikasi itu menggunakan data tiga dimensi yang dihimpun ke dalam set data untuk ditampilkan pada Lalita. Kecerdasan artifisial di dalam aplikasi membantu mencari kecocokan wajah arca yang ditemukan dengan data arca lain, termasuk kemungkinan asalnya dari Candi Borobudur, Candi Laos, atau Candi Sewu.
Membantu penelitian asal-usul arca
Pengenalan Lalita penting bagi pembaca karena teknologi ini mempertemukan riset kecerdasan artifisial dengan pelestarian dan kajian warisan budaya. Menurut penjelasan peneliti BRIN, aplikasi tersebut diharapkan membantu arkeolog meneliti penyebaran arca pada masa lalu serta kaitannya dengan bangsa atau kelompok tertentu.
Nama Lalita diambil dari bahasa Sanskerta yang berarti cantik. Penamaan itu diberikan setelah tim berkonsultasi dengan para arkeolog. Pengembangan aplikasi juga mencakup pendaftaran hak cipta.
Lalita sudah dapat diakses, tetapi untuk sementara hanya melalui jaringan BRIN karena masih dalam tahap uji coba. BRIN masih memeriksa kemungkinan kesalahan dan mengembangkan teknologi tersebut lebih lanjut.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Hukum
Pemerintah Siapkan Aturan Teknis Reforma Agraria di Jakarta
Pemerintah menyiapkan aturan teknis reforma agraria setelah parlemen mengesahkan ketentuan baru. Aturan itu akan membatasi kepemilikan tanah dan menga…
Terbaru di Teknologi

Berita utama hari ini

Baca juga




