Bupati Muaro Jambi DR. Bambang Bayu Lantik DR. Kasyful Iman Kepala Diknas dan 9 OPD Lainnya.
· 2 menit baca
KABAR18.COM - Akhirnya Bupati Muaro Jambi Bambang Bayu Seno ( BBS) menjatuhkan pilihan kepada DR. Kasyful Iman menjadi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Muaro Jambi.
Doktor pendidikan lulusan Unja ini sudah lama digadangkan untuk menduduki jabatan strategis dengan anggaran cukup besar ini. " Saya yakin beliau mampu menjalankan misi dan visi bupati. Pengalaman dan pendidikan yang mantap serta orangnya amanah, " jelas Rasid Rafsanjani, Sahabat Kasyful ini.
Begitu juga harapan Darbo Tarigan, selama bergaul dengan bang Kasuful, orangnya pekerja keras dan sangat paham dengan pendidikan di Muaro Jambi. " Mantaplah pilihan Pak BBS itu, semoga Muaro Jambi tetap sebagai kabupaten terdepan dalam pendidikan, ada Unja, UIN, Titian Teras, Man Cendikia," jelas Anak Guru ini.
Selain Kasyful BBS juga melantik beberapa kepala OPD strategis di Kabupaten Muaro Jambi di antaranya : Aprisal, S.STP., ME Inspektur Kabupaten Muaro Jambi, Budi Setiawan, SP., M.Si Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah, Muhamad Farha S.AB., MM Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah, Billy Adhitya, S.IP Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia, Arian Safutra, S.STP, Kepala Badan Pengelola Pajak dan Restribusi Daerah, Razami Kepala Satuan Polisi Pamong Praja, Medison, SE Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Anjar Prabowo, ST, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, dr. Aang Hambali, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Muaro Jambi.
"Mari kita jadikan momentum pelantikan ini sebagai titik awal untuk memperkuat kinerja birokrasi, meningkatkan kualitas pelayanan publik, dan mengakselerasi pencapaian target pembangunan daerah secara terukur dan berkelanjutan,” pesan BBS kepada pejabat yang dilantik, Senin ( 12/2/2026) di Kantor Bupati Muaro Jambi.
BBS juga mengingatkan dalam kondisi fiskal daerah yang terbatas. Ia meminta seluruh pejabat untuk bekerja lebih cerdas, kreatif, dan efektif, serta tidak menjadikan keterbatasan anggaran sebagai alasan untuk bekerja biasa-biasa saja.
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Terbaru di Pendidikan

Berita utama hari ini

Baca juga





