Climate Impact Lab Proyeksikan 19.300 Kematian Akibat Panas di Indonesia
Climate Impact Lab memperkirakan panas ekstrem terkait super El Niño dapat menimbulkan 19.300 kematian tambahan di Indonesia pada September 2026 hingga Februari 2027. Angka ini merupakan hasil pemodelan, bukan jumlah korban tercatat.
Oleh Asyinta Sastra
· 2 menit baca
Indonesia — Climate Impact Lab memproyeksikan sekitar 19.300 kematian tambahan akibat panas ekstrem di Indonesia pada September 2026 hingga Februari 2027. Proyeksi itu merupakan bagian dari perkiraan dampak super El Niño terhadap sejumlah negara.
Mengapa ini penting: Proyeksi ini menjadi dasar kesiapsiagaan menghadapi panas ekstrem yang diperkirakan meningkatkan kematian terkait panas di Indonesia hingga Februari 2027.
Menurut laporan Climate Impact Lab, angka tersebut membandingkan kematian terkait panas selama periode El Niño dengan jumlah yang diperkirakan terjadi dalam kondisi normal. Angka 19.300 merupakan hasil pemodelan, bukan jumlah kematian yang telah tercatat.
Climate Impact Lab memperkirakan super El Niño dapat memicu sekitar 451.000 kematian tambahan akibat panas di dunia selama periode Juni 2026 hingga Februari 2027. Namun, perhitungan angka per negara untuk proyeksi enam bulan mencakup September 2026 sampai Februari 2027.
Indonesia menjadi negara dengan proyeksi kematian tambahan akibat panas tertinggi kedua setelah Nigeria. Climate Impact Lab memperkirakan Nigeria menghadapi 31.400 kematian tambahan pada periode yang sama, sedangkan Sudan diproyeksikan mengalami sekitar 17.500 hingga 17.600 kematian.
Climate Impact Lab menyatakan panas tambahan pada paruh akhir periode proyeksi masih dapat menyebabkan sekitar 10.400 kematian lebih banyak dari kondisi normal di Indonesia antara Desember 2026 dan Februari 2027.
Seorang pakar yang dikutip Republika mengatakan proyeksi tersebut perlu menjadi alarm untuk memperkuat mitigasi kesehatan. Ia menekankan bahwa angka itu bukan kepastian karena berasal dari pemodelan probabilistik yang mengandung ketidakpastian.
Proyeksi tersebut juga belum mencakup dampak lain yang mungkin berkaitan dengan El Niño, seperti kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan, menurut laporan Republika mengenai penjelasan Badan Nasional Penanggulangan Bencana.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Analisis
BMKG Catat Kekeringan di 25 Provinsi, Bantul Terlama
BMKG mencatat 1.637 titik di 25 provinsi mengalami hari tanpa hujan lebih dari 60 hari. Bantul mencatat rekor 131 hari, sementara musim hujan dipredik…
Terbaru di Kesehatan

Berita utama hari ini

Baca juga




