Greenpeace Catat 5.540 Titik Asap di 22 Provinsi
Greenpeace Indonesia mencatat 5.540 titik sumber asap di 22 provinsi hingga 20 September 2026. Sebanyak 2.951 titik berada di lebih dari 114 kawasan hidrologis gambut.
Oleh Pandi Muktar
Editor: Mursyid Sonsang
· 2 menit baca
Kalimantan dan Sumatera — Greenpeace Indonesia melaporkan pada 22 September 2026 bahwa analisis hingga 20 September mencatat 5.540 titik sumber asap di 22 provinsi.
Analisis tersebut mencakup periode 8 Agustus hingga 20 September 2026. Greenpeace Indonesia menyebut jumlah titik sumber asap bertambah sekitar 1.000 titik dalam dua pekan terakhir, sementara wilayah terdampak meningkat dari sebelumnya tujuh provinsi.
Dari keseluruhan temuan itu, 2.951 titik sumber asap berada di lebih dari 114 kawasan hidrologis gambut. Greenpeace menyatakan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan telah berdampak pada masyarakat di Kalimantan dan Sumatera selama hampir dua bulan.
Mengapa data titik sumber asap penting bagi pembaca
Data tersebut menunjukkan luas sebaran kebakaran hutan dan lahan yang berkaitan dengan kabut asap di dua kawasan utama Indonesia. Informasi tentang jumlah titik, provinsi terdampak, dan lokasi pada kawasan hidrologis gambut membantu pembaca memahami skala persoalan lingkungan serta dampaknya terhadap masyarakat.
Greenpeace mencatat Kalimantan Tengah sebagai provinsi dengan titik sumber asap terbanyak, yakni 1.477 titik. Berikutnya Papua Selatan dengan 1.243 titik, Kalimantan Barat 1.209 titik, dan Sumatera Selatan 619 titik.
Laporan Greenpeace yang terbit sebelumnya mencatat 2.982 titik sumber api di delapan provinsi pada periode 8 Agustus hingga 6 September 2026. Perkembangan pada pembaruan 22 September memperluas periode pemantauan hingga 20 September dan mencatat sebaran di 22 provinsi.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Pendidikan
PJJ 3 Hari di Samarinda Berakhir, Sekolah Kembali Tatap Muka
Pemerintah Kota Samarinda mengakhiri kebijakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang diberlakukan 17–19 September 2026 akibat kabut asap karhutla, dan me…
Terbaru di Lingkungan

Berita utama hari ini

Baca juga





