Kabut Asap Karhutla Menurunkan Jarak Pandang di Palangka Raya
Kabut asap karhutla masih menyelimuti Palangka Raya pada 6 November 2026 dan membuat jarak pandang minim. Petugas tetap memadamkan api setelah hujan turun.
Oleh Arsyid Muhamad
· 2 menit baca
Palangka Raya — Kabut asap tebal akibat kebakaran hutan dan lahan masih menyelimuti Palangka Raya, Kalimantan Tengah, pada Jumat, 6 November 2026. Kondisi tersebut membuat jarak pandang minim, sementara petugas masih berupaya memadamkan api meski hujan telah turun.
Asap terlihat menutupi kawasan perkotaan dan mengganggu pandangan pengguna jalan. Laporan di lapangan menggambarkan kendaraan bermotor melintas di antara bangunan yang nyaris tidak terlihat karena pekatnya kabut asap.
Kebakaran yang menjadi sumber asap masih berlangsung ketika hujan turun di wilayah tersebut. Petugas tetap melakukan pemadaman untuk mengendalikan api yang terus berkobar.
Kabut asap berdampak pada keselamatan dan kesehatan warga
Jarak pandang yang menurun dapat mengganggu aktivitas warga dan meningkatkan risiko perjalanan darat, terutama di ruas jalan yang ramai. Kondisi udara yang memburuk juga menjadi perhatian kesehatan masyarakat Palangka Raya dan wilayah lain yang terdampak asap karhutla.
Kementerian Kesehatan mencatat 401 ribu warga mengalami infeksi saluran pernapasan akut di tujuh provinsi akibat kebakaran hutan. Data itu menunjukkan dampak karhutla melampaui lokasi titik api dan menjadi persoalan lintas wilayah.
Penanganan di Palangka Raya masih berfokus pada pemadaman api dan pengurangan dampak asap. Hujan yang turun belum menghentikan seluruh kebakaran, sehingga petugas melanjutkan upaya pengendalian di lapangan.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Lingkungan
Izin Syuting dan Acara di Gunung Bromo Dibuka Kembali
Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru membuka kembali izin pengambilan gambar dan acara komersial maupun nonkomersial setelah risiko kebakar…
Terbaru di Daerah
Berita utama hari ini

Baca juga




