BNPB Prioritaskan Penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah dan Sumatera Selatan
BNPB mencatat 864 titik panas dan 1.615 hektare lahan dalam penanganan di 10 provinsi pada 4 November 2026. Kalimantan Tengah dan Sumatera Selatan menjadi perhatian khusus.
Oleh Pandi Muktar
· 2 menit baca
Kalimantan Tengah dan Sumatera Selatan — Badan Nasional Penanggulangan Bencana memprioritaskan penanganan kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Tengah dan Sumatera Selatan pada Rabu, 4 November 2026, setelah titik panas dan luas lahan dalam penanganan meningkat.
Mengapa ini penting: Data BNPB menunjukkan peningkatan karhutla di Kalimantan Tengah dan Sumatera Selatan, sementara penanganan berlangsung di 10 provinsi dan melibatkan pengerahan sumber daya pemadaman.
Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton S.P. Panjaitan mengatakan BNPB mencatat 864 titik panas dan 1.615 hektare lahan dalam penanganan di 10 provinsi. Enam provinsi menjadi perhatian khusus karena menunjukkan perkembangan signifikan.
Di Kalimantan Tengah, titik panas meningkat 50 persen menjadi 425 titik dan luas lahan dalam penanganan mencapai 664 hektare, naik 21 persen dari hari sebelumnya. Di Sumatera Selatan, titik panas bertambah 186 persen menjadi 60 titik, sedangkan luas lahan dalam penanganan mencapai 105 hektare atau naik 66 persen.
Menurut BNPB, pemerintah daerah diminta memperkuat kesiapsiagaan dan mengoptimalkan sumber daya pemadaman. BNPB juga terus mengerahkan sumber daya udara untuk pemadaman, patroli, serta operasi modifikasi cuaca guna mencegah kebakaran meluas.
Data itu disampaikan Berton dalam konferensi pers BNPB di Jakarta Timur pada 4 November 2026. Selain Kalimantan Tengah dan Sumatera Selatan, BNPB mencatat perkembangan karhutla di Papua Selatan, Nusa Tenggara Timur, Jambi, dan Kalimantan Timur.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Pertahanan
BRIN Uji Dumakron dengan Drone untuk Cegah Karhutla di Kalimantan
BRIN dijadwalkan menguji Dumakron berbasis garam dengan drone di Kalimantan pada 5 November 2026. Teknologi ini mendukung operasi modifikasi cuaca unt…
Terbaru di Lingkungan

Berita utama hari ini

Baca juga





