Harga Emas Antam Turun Rp10.000 Jadi Rp2,628 Juta per Gram
Harga emas batangan Antam 24 karat pada Senin, 21 September 2026, turun Rp10.000 per gram menjadi Rp2.628.000 per gram. Harga buyback juga terkoreksi Rp10.000 per gram ke kisaran Rp2.463.000, mengikuti pembaruan di Butik Logam Mulia pusat.
Oleh Pandi Muktar
· 2 menit baca
Jakarta — Harga emas batangan Antam 24 karat pada Senin, 21 September 2026, turun Rp10.000 per gram menjadi Rp2.628.000 per gram berdasarkan informasi dari laman resmi Logam Mulia yang dikutip sejumlah media ekonomi nasional.
Penyesuaian harga tersebut menandai koreksi setelah posisi akhir pekan sebelumnya berada di level Rp2.638.000 per gram. Penurunan terjadi serentak pada seluruh pecahan emas batangan Antam, mulai dari ukuran 0,5 gram hingga 1.000 gram.
Selain harga jual, nilai beli kembali atau buyback emas Antam juga turun Rp10.000 per gram. Harga buyback pada Senin tercatat di kisaran Rp2.463.000 per gram, dari sebelumnya sekitar Rp2.473.000 per gram, menurut data yang dirangkum dari situs Logam Mulia dan pemberitaan beberapa media nasional.
Rincian Harga Emas Antam
Media ekonomi mengutip data resmi Logam Mulia Antam yang menunjukkan harga emas batangan bersertifikat Antam ukuran 1 gram berada di level Rp2.628.000 pada Senin, 21 September 2026.
- Ukuran 0,5 gram sekitar Rp1.364.000.
- Ukuran 1 gram Rp2.628.000.
- Ukuran 2 gram sekitar Rp5.196.000.
- Ukuran 3 gram sekitar Rp7.769.000.
- Ukuran 5 gram sekitar Rp12.915.000.
- Ukuran 10 gram sekitar Rp25.775.000.
- Ukuran 25 gram sekitar Rp64.312.000.
- Ukuran 50 gram sekitar Rp128.545.000.
- Ukuran 100 gram sekitar Rp257.012.000.
- Ukuran 250 gram sekitar Rp642.265.000.
- Ukuran 500 gram sekitar Rp1.284.320.000.
- Ukuran 1.000 gram sekitar Rp2.568.600.000.
Sejumlah media menyebut data tersebut merujuk pada pembaruan harga di Butik Logam Mulia pusat pada Senin pagi waktu Jakarta, mengikuti pergerakan harga emas global dan kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.
Dampak bagi Investor Ritel
Penurunan harga jual dan buyback emas Antam ini menjadi sinyal koreksi jangka pendek bagi investor ritel yang menggunakan emas sebagai instrumen investasi.
Bagi pembeli baru, harga yang lebih rendah membuka peluang masuk dengan modal sedikit lebih murah dibanding akhir pekan sebelumnya. Sementara bagi pemegang emas yang berencana menjual, koreksi buyback berpotensi mengurangi nilai realisasi dalam jangka pendek.
Pelaku pasar mengingatkan agar investor mencermati tren harga emas global dan kebijakan suku bunga bank sentral sebelum mengambil keputusan jual beli, mengingat emas kerap digunakan sebagai aset lindung nilai terhadap gejolak ekonomi dan inflasi.
Sumber
Baca berikutnya
Terbaru di Ekonomi & Keuangan

Rupiah Dibuka Melemah, Dolar AS Pagi Ini Dekat Rp17.780
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat dibuka melemah pada perdagangan Senin pagi, 21 September 2026, ke kisaran Rp17.780 per dolar AS.
Berita utama hari ini

Baca juga




