Indonesia Minta Dukungan Saudi Percepat Perundingan Dagang GCC
Indonesia meminta dukungan Arab Saudi untuk mempercepat perundingan perdagangan bebas dengan GCC. Pertemuan Budi Santoso dan Majid bin Abdullah Al-Kassabi berlangsung di Milwaukee pada 30 September 2026.
Oleh Kevin Mikael Januar
Editor: Mursyid Sonsang
· 2 menit baca
Milwaukee — Menteri Perdagangan Indonesia Budi Santoso membahas dukungan Arab Saudi untuk mempercepat penyelesaian perundingan perjanjian perdagangan bebas Indonesia dengan Dewan Kerja Sama Teluk atau Gulf Cooperation Council (GCC) bersama Menteri Perdagangan Saudi Majid bin Abdullah Al-Kassabi pada 30 September 2026.
Pertemuan berlangsung di sela-sela Pertemuan Menteri Perdagangan G20 di Milwaukee, Wisconsin, Amerika Serikat. Kementerian Perdagangan menyebut Indonesia dan GCC menargetkan penyelesaian perundingan pada 2026, termasuk pembahasan investasi dan perlindungan investor.
Menurut laporan Arab News, perundingan Indonesia-GCC dimulai pada Juli 2024 dan sekitar 90 persen teks perjanjian telah selesai. Indonesia masih mendorong penyelesaian pembahasan akses pasar barang serta sejumlah isu yang belum disepakati.
Al-Kassabi menyambut dorongan untuk mempercepat penyelesaian perundingan. Budi mengatakan dukungan Saudi diharapkan membantu menuntaskan proses tersebut sehingga kerja sama perdagangan dan investasi Indonesia dengan negara-negara GCC dapat diperkuat.
Mengapa Perundingan Indonesia-GCC Penting bagi Pembaca
Perjanjian ini berkaitan dengan peluang akses produk Indonesia ke pasar negara-negara Teluk dan penguatan kerja sama investasi. Arab Saudi menjadi mitra penting dalam upaya Indonesia menyelesaikan perundingan dengan enam negara anggota GCC.
Bisnis.com melaporkan bahwa pembahasan juga mencakup jaminan keamanan dan kepastian bagi investor. Selain itu, Indonesia dan Saudi membicarakan penguatan kerja sama di sektor energi, mineral, pertanian, perikanan, pariwisata, serta pengembangan sumber daya manusia.
RRI melaporkan pertemuan tersebut merupakan bagian dari upaya menyelesaikan isu investasi dan perlindungan investor, sekaligus menuntaskan pembahasan akses pasar barang sesuai jadwal pada 2026.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Inspirasi
Polri Ingatkan Warga Soal Deepfake Hibah Kemenkeu
Polri menyatakan video bantuan hibah yang mengatasnamakan Kementerian Keuangan dan Suahasil Nazara merupakan deepfake. Video itu menawarkan dana Rp20…
Terbaru di Internasional

Berita utama hari ini

Baca juga




