Kadin Diminta Perkuat Ekspor dan Industri dari Jakarta
Menteri Perdagangan Budi Santoso meminta Kadin menambah eksportir baru melalui kemudahan SKA otomatis. Menperin Muhammad Sarmuji mendorong hilirisasi dan teknologi ramah lingkungan.
Oleh Pandi Muktar
· 2 menit baca
Jakarta — Menteri Perdagangan Budi Santoso meminta Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia membantu menambah jumlah eksportir baru dalam Rapimnas Kadin 2026 di Jakarta, Jumat (30/10/2026). Pemerintah menyiapkan penerapan Surat Keterangan Asal (SKA) otomatis untuk mempermudah pengurusan dokumen ekspor.
Budi mengatakan kemudahan tersebut ditujukan bagi pelaku usaha, termasuk anggota Kadin, setelah perjanjian dagang diterapkan. Kementerian Perdagangan juga mengoptimalkan kantor perwakilan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) di berbagai negara untuk membantu eksportir lokal menemukan pembeli.
Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji meminta dunia usaha memperkuat hilirisasi dan keterkaitan industri dari hulu hingga hilir. Menurut dia, hilirisasi tidak berhenti pada pengolahan bahan mentah menjadi produk antara, tetapi perlu dilanjutkan hingga barang jadi dan pembentukan industri pendukung.
Sarmuji mencontohkan rantai industri nikel yang berkembang dari pengolahan bijih menjadi komponen baterai hingga kendaraan listrik. Penguatan rantai pasok domestik dinilai dapat mendorong investasi, penyerapan tenaga kerja, pertumbuhan industri kecil dan menengah, serta perkembangan sektor permesinan, logistik, dan jasa.
Ia juga meminta Kadin membantu menyosialisasikan teknologi ramah lingkungan, termasuk Carbon Capture Utilization and Storage (CCUS), sebagai bagian dari agenda dekarbonisasi industri.
Ekspor dan industri terhubung memperluas peluang usaha
Dorongan menambah eksportir baru memberi perhatian pada perluasan pelaku usaha yang masuk ke pasar internasional. Kemudahan SKA otomatis dan dukungan ITPC dapat membantu mengurangi hambatan administrasi serta mempertemukan eksportir dengan calon pembeli.
Bagi pembaca, penguatan industri dari hulu ke hilir berarti peluang peningkatan nilai tambah tidak hanya berada pada pengolahan bahan mentah. Rantai pasok yang lebih terintegrasi juga dapat membuka ruang bagi industri kecil dan menengah, logistik, jasa, dan manufaktur pendukung.
Rapimnas Kadin 2026 membahas penguatan ekspor, investasi, kepastian usaha, serta transformasi teknologi. Pemerintah dan dunia usaha mendorong agar peningkatan produksi berjalan bersama penerapan teknologi yang lebih ramah lingkungan.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Ekonomi & Keuangan
Pemerintah Dorong UMKM Naik Kelas, Bukan Sekadar Bertambah Jumlah
Pemerintah mengarahkan pengembangan UMKM pada peningkatan skala usaha. Rosan Roeslani menyebut sekitar 60 juta UMKM perlu tumbuh menjadi usaha kecil,…
Terbaru di Entrepreneur

Berita utama hari ini

Baca juga





