Jan Koum membangun WhatsApp setelah hidup dari kupon makanan
Laporan 22 September 2026 kembali menyoroti perjalanan Jan Koum dari penerima kupon makanan di Amerika Serikat hingga mendirikan WhatsApp bersama Brian Acton.
Oleh Mukmin John
Editor: Mursyid Sonsang
· 2 menit baca
Mountain View — Perjalanan Jan Koum dari penerima kupon makan gratis menjadi triliuner teknologi bermula dari kehidupan keluarganya yang miskin di wilayah terpencil Ukraina dan masa remajanya di Amerika Serikat.
Koum bersama ibunya bergantung pada kupon makanan yang diambil di lembaga sosial setempat. Ia juga bekerja sebagai pembersih lantai di toko kelontong lokal untuk membantu memenuhi kebutuhan harian.
Koum kemudian merancang aplikasi komunikasi seluler untuk menggantikan biaya pesan singkat yang mahal. Bersama Brian Acton, ia secara resmi mendirikan WhatsApp pada Februari 2009. WhatsApp akhirnya diluncurkan pada 3 Mei 2009, beberapa bulan setelah dibuat.
Pada 2014, Facebook mengakuisisi WhatsApp dengan nilai US$ 19 miliar. Setelah akuisisi, WhatsApp berada di bawah Facebook, yang kini dikenal sebagai Meta.
Perjalanan Jan Koum relevan bagi pembaca Indonesia
Kisah ini memberi konteks tentang perubahan kondisi hidup seorang imigran melalui pembangunan perusahaan teknologi. Bagi pembaca Indonesia, latar tersebut memperlihatkan hubungan antara pengalaman hidup, pengembangan layanan komunikasi, dan pertumbuhan perusahaan digital yang kemudian bernilai miliaran dolar Amerika Serikat.
Nilai akuisisi WhatsApp mencapai US$ 19 miliar. Estimasi kekayaan bersih Koum berada pada kisaran US$ 15 miliar hingga US$ 17 miliar, atau sekitar Rp 303 triliun berdasarkan kurs Rp 17.874 per US$.
Sumber
Baca berikutnya
Terbaru di Tokoh

Suahasil Nazara Sebut Ekonomi Indonesia Tetap Resilien di Jakarta
Suahasil Nazara menyatakan ekonomi Indonesia tetap resilien di tengah ketidakpastian global. Aliran modal melalui SBN dan SRBI mencapai Rp140,7 triliu…
Berita utama hari ini

Baca juga




