WNI Muhammad Taufiq Dilaporkan Tewas Bertempur di Donetsk
Muhammad Taufiq dilaporkan tewas dalam pertempuran pertama sebagai tentara Rusia di Donetsk. Kemlu masih memverifikasi identitas dan statusnya melalui KBRI Moskow.
Oleh Kevin Mikael Januar
· 2 menit baca
Donetsk — Muhammad Taufiq (48), warga negara Indonesia (WNI), dilaporkan tewas dalam pertempuran pertamanya setelah direkrut menjadi tentara Rusia di Ukraina pada 2026.
Informasi tersebut disampaikan Direktorat Intelijen Utama Kementerian Pertahanan Ukraina (HUR) pada 27 Oktober 2026. Taufiq disebut menandatangani kontrak militer berdurasi satu tahun di Korolyov, kota dekat Moskow, pada 19 April 2026.
Setelah menandatangani kontrak, Taufiq ditugaskan sebagai penembak senapan mesin dan dikirim ke fasilitas pelatihan militer di dekat Voronezh. Ia menjalani pelatihan sekitar 1,5 minggu sebelum dipindahkan ke wilayah Ukraina yang diduduki Rusia pada awal Mei 2026.
Taufiq kemudian tewas ketika pasukan Rusia berupaya bergerak maju dari Zelena Dolyna menuju Novoselivka dan Drobysheve di wilayah Donetsk. Laporan yang dikutip media menyebut kematian itu terjadi dalam pertempuran pertamanya.
Kabar kematian Taufiq masih diverifikasi pemerintah Indonesia
Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu) menyatakan tengah mendalami informasi tersebut melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Moskow. Pemerintah mengambil langkah diplomatik kepada Rusia untuk memverifikasi identitas dan status Taufiq.
Juru bicara Kemlu, Yvonne Mewengkang, mengatakan KBRI Moskow melakukan pendalaman dan verifikasi melalui jalur resmi. Kemlu juga mengimbau publik tidak berspekulasi sebelum proses tersebut selesai.
Sejumlah laporan menyebut Taufiq tinggal di Surabaya, Jawa Timur, sebelum direkrut. Namun, informasi mengenai kematiannya masih bersumber dari laporan intelijen Ukraina dan belum dinyatakan final oleh pemerintah Indonesia.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini
Internasional
Dua WNI Luka Ringan akibat Serangan Houthi di Riyadh
Dua WNI mengalami luka ringan akibat serangan Houthi di Bandara Internasional King Khalid, Riyadh. Kemlu RI juga memantau pilot Indonesia yang ditolak…
Terbaru di Internasional

Baca juga





