Jasad Kru Kapal Ditemukan di Pulau Enggano, Lima Jurnalis Hilang
Polisi mengidentifikasi jasad yang ditemukan di Pulau Enggano sebagai Surakman, kru kapal yang membawa lima jurnalis meliput erupsi Gunung Anak Krakatau. Lima jurnalis masih hilang.
Oleh Arsyid Muhamad
Editor: Mursyid Sonsang
· 2 menit baca
Pulau Enggano — Polisi pada Rabu (23/9) mengidentifikasi jasad yang ditemukan di Pulau Enggano, Bengkulu, sebagai Surakman, anak buah kapal Arupadhatu 1 yang hilang saat membawa lima jurnalis untuk meliput erupsi Gunung Anak Krakatau.
Jasad tersebut ditemukan di perairan Sawang Bengkok, Desa Khayapu, Kecamatan Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara, pada 12 September 2026. Identitasnya dipastikan melalui pemeriksaan DNA oleh operasi Disaster Victim Identification (DVI) Pusat Kedokteran dan Kesehatan Kepolisian Negara Republik Indonesia.
Rombongan kapal itu terdiri atas lima jurnalis dan tiga kru. Mereka hilang kontak pada 7 September 2026 ketika hendak menuju kawasan Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda. Setelah identitas Surakman dipastikan, lima jurnalis dan dua kru kapal lainnya masih belum ditemukan.
Jasad di Enggano memperjelas pencarian korban kapal
Temuan ini penting karena peristiwa tersebut melibatkan jurnalis dari sejumlah organisasi media dan terjadi dalam perjalanan menuju lokasi erupsi Gunung Anak Krakatau. Pulau Enggano berada di Bengkulu, sedangkan titik hilang kontak rombongan berada di sekitar Selat Sunda, sehingga pencarian mencakup lebih dari satu wilayah.
Polisi menyebut identitas Surakman diperoleh setelah hasil DNA jasad tanpa identitas dicocokkan dengan data biologis putranya, Yayat. Sebelumnya, jasad itu ditemukan warga dan kemudian dievakuasi. Jasad tersebut sempat dimakamkan di Bengkulu sebelum identitasnya dikonfirmasi.
Perkembangan ini mengubah status salah satu dari delapan orang yang sebelumnya dilaporkan hilang. Pada 23 September, pencarian terhadap lima jurnalis serta dua kru kapal lain masih berlangsung setelah identitas Surakman diumumkan.
Sumber
Baca berikutnya
Terbaru di Daerah

BMKG Waspadai Hujan Lebat di Sumatera Utara hingga 24 September
BMKG menetapkan status Siaga hujan lebat hingga sangat lebat di Sumatera Utara pada 22–24 September 2026. Angin kencang juga berpotensi terjadi di emp…
Baca juga


