Kabar18.com

Minggu, 1 November 2026

Gunung Anak Krakatau Erupsi Tujuh Kali, Radius 5 Kilometer Terlarang

PVMBG mencatat tujuh erupsi Gunung Anak Krakatau pada 31 Oktober 2026, termasuk erupsi pukul 20.50 WIB. Status gunung tetap Level III (Siaga), dengan larangan aktivitas dalam radius 5 kilometer.

Oleh

· 2 menit baca

Jakarta — Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda mengalami tujuh kali erupsi pada Sabtu, 31 Oktober 2026, dan statusnya tetap Level III (Siaga), berdasarkan catatan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Erupsi terakhir tercatat pada pukul 20.50 WIB. Laporan Badan Geologi pada pukul 21.38 WIB menyebut tinggi kolom abu tidak teramati dan erupsi masih berlangsung saat laporan disusun. Rangkaian erupsi tercatat pada pukul 18.30 WIB, 19.42 WIB, 19.59 WIB, 20.02 WIB, 20.06 WIB, 20.11 WIB, dan 20.50 WIB.

PVMBG melarang masyarakat dan pengunjung memasuki atau melakukan aktivitas dalam radius 5 kilometer dari pusat erupsi Gunung Anak Krakatau. Rekomendasi itu juga mencakup larangan beraktivitas dalam radius 1 kilometer dari pulau baru di sektor barat laut dan tenggara gunung.

Radius lima kilometer menjadi zona terlarang

Larangan tersebut diberlakukan karena masyarakat diminta mewaspadai potensi lontaran batu pijar, hujan abu lebat, aliran lava, serta erupsi sekunder akibat kontak material lava panas dengan air laut atau air hujan. Status Level III (Siaga) masih berlaku dalam laporan yang dikutip.

Data pengamatan menunjukkan beberapa erupsi terekam pada seismogram. Erupsi pukul 19.59 WIB memiliki amplitudo maksimum 51 milimeter dengan durasi sekitar 1 menit 10 detik. Erupsi pukul 20.02 WIB memiliki amplitudo maksimum 55 milimeter dan berlangsung sekitar 1 menit 57 detik, sedangkan erupsi pukul 20.06 WIB memiliki amplitudo maksimum 51 milimeter dengan durasi sekitar 2 menit 36 detik.

Gunung Anak Krakatau berada di perairan Selat Sunda, di antara wilayah Lampung dan Banten. Pembatasan akses menjadi informasi penting bagi warga, pengunjung, dan wisatawan yang beraktivitas di kawasan tersebut karena rekomendasi keselamatan secara langsung menetapkan jarak aman dari pusat erupsi.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Daerah

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.