Kabar18.com

Jumat, 25 September 2026

Kementerian Kesehatan Siaga Hadapi Dampak El Niño terhadap Kesehatan

Kementerian Kesehatan memperkuat kesiapsiagaan menghadapi dampak El Niño terhadap kesehatan. Warga diminta memantau kualitas udara, membatasi aktivitas luar ruang, menjaga hidrasi, dan segera mencari pertolongan medis.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Sebuah masker medis putih terbentang di atas latar belakang hijau polos.
Ilustrasi: Sebuah masker medis putih terbentang di atas latar belakang hijau polos. · Foto: Engin Akyurt / Pexels

Jakarta — Kementerian Kesehatan meningkatkan kesiapsiagaan nasional menghadapi dampak El Niño terhadap kesehatan masyarakat pada 24 September 2026. Kementerian mengimbau warga memakai masker, membatasi kegiatan di luar ruangan, memantau kualitas udara, dan segera mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan jika mengalami sesak napas.

Mengapa ini penting: Imbauan Kementerian Kesehatan berlaku bagi masyarakat yang menghadapi udara memburuk, suhu meningkat, keterbatasan air bersih, atau asap kebakaran selama El Niño berlangsung.

Juru bicara Kementerian Kesehatan Widyawati mengatakan El Niño berdampak pada kesehatan melalui keterbatasan air bersih, peningkatan suhu, kebakaran hutan dan lahan, penurunan kualitas udara, serta potensi gangguan ketahanan pangan. Pernyataan itu disampaikan di Jakarta, menurut Medcom.

Kementerian menyarankan masyarakat memantau Indeks Kualitas Udara secara berkala dan memperbanyak konsumsi air putih untuk mencegah dehidrasi akibat peningkatan suhu. Warga juga diminta mengikuti pembaruan cuaca dari instansi berwenang serta informasi kesehatan resmi.

BMKG melaporkan El Niño berada dalam kategori sangat kuat pada Dasarian I September 2026. Indeks ENSO rata-rata tiga bulanan untuk periode Juli–September tercatat 2,6. BMKG menyebut atmosfer kering, asap kebakaran hutan dan lahan, serta peningkatan partikulat halus di sejumlah lokasi dapat memengaruhi kualitas udara dan kesehatan masyarakat.

BMKG memperkirakan El Niño bertahan hingga awal 2027. Kondisi itu turut berpengaruh terhadap mundurnya awal musim hujan 2026–2027 di 529 Zona Musim atau 61,08 persen wilayah Indonesia.

Kementerian Kesehatan meminta masyarakat tetap mengikuti informasi dari pemerintah dan tidak mengabaikan keluhan kesehatan, terutama ketika kualitas udara memburuk atau suhu meningkat.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Kesehatan

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.