Kabar18.com

Minggu, 4 Oktober 2026

Kinerja Industri Jasa Keuangan di Jambi Tumbuh Positif, OJK Catat Pertumbuhan Kredit Capai 7,46 Persen

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jambi mencatat kinerja Industri Jasa Keuangan (IJK) di Provinsi Jambi tetap stabil dan tumbuh positif hingga Agustus 2025

Sumber: OJK, disunting Redaksi Kabar18

· 3 menit baca

Buka foto ukuran besar. Otoritas jasa keuangan
Otoritas jasa keuangan

KABAR18.COM — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jambi mencatat kinerja Industri Jasa Keuangan (IJK) di Provinsi Jambi tetap stabil dan tumbuh positif hingga Agustus 2025.

Pertumbuhan ini ditopang oleh meningkatnya aktivitas ekonomi, membaiknya kepercayaan konsumen, serta inovasi di berbagai segmen industri jasa keuangan.

Pertumbuhan sektor perbankan menjadi penopang utama dengan peningkatan kredit/pembiayaan sebesar 7,46 persen (year on year), terutama pada sektor pemilikan peralatan rumah tangga.

Sementara itu, transaksi pasar modal juga mencatat kenaikan signifikan sebesar 64,04 persen (yoy), terdiri dari transaksi saham dan reksa dana.
Namun, sektor Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) mengalami sedikit penurunan pembiayaan sebesar 1,75 persen (yoy), disebabkan berkurangnya pembiayaan dari perusahaan pembiayaan.

OJK Jambi terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan otoritas terkait untuk memperluas akses keuangan masyarakat melalui berbagai program, seperti edukasi dan literasi keuangan serta kegiatan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD).

Perbankan: Kredit dan Dana Pihak Ketiga Tumbuh Stabil

Kinerja intermediasi Bank Umum (BU) tumbuh stabil. Per Agustus 2025, kredit meningkat 7,79 persen (yoy) menjadi Rp56,86 triliun, dengan rincian kredit konvensional tumbuh 7,11 persen menjadi Rp50,10 triliun, dan pembiayaan syariah tumbuh 13,17 persen menjadi Rp6,75 triliun.

Dana Pihak Ketiga (DPK) juga meningkat 9,41 persen (yoy), terdiri dari DPK konvensional sebesar Rp44,40 triliun (naik 8,42 persen) dan DPK syariah sebesar Rp4,85 triliun (naik 19,34 persen).

Rasio Loan to Deposit Ratio (LDR) bank umum di Jambi mencapai 115,43 persen, lebih tinggi dibandingkan nasional (87,18 persen), dengan rasio Non-Performing Loan (NPL) sebesar 1,80 persen, di bawah rata-rata nasional (2,25 persen).

Kredit masih didominasi oleh sektor konsumsi (42,13 persen), diikuti investasi (30,26 persen) dan modal kerja (27,61 persen). Penyaluran kredit kepada UMKM tercatat sebesar 46,34 persen dari total kredit.

Sementara itu, kinerja Bank Perkreditan Rakyat (BPR) mengalami penurunan karena penggabungan tiga BPR di Jambi. Kredit BPR menurun 8,46 persen (yoy) menjadi Rp1,02 triliun, dan DPK turun 9,91 persen (yoy) menjadi Rp935,68 miliar.
Rasio LDR BPR tercatat 84,32 persen, dengan NPL sebesar 17,89 persen.

Industri Keuangan Non-Bank (IKNB): Pembiayaan dan Modal Ventura Tumbuh

Di sektor IKNB, perusahaan pergadaian mencatat penurunan aset sebesar 9,97 persen (ytd) menjadi Rp2,02 miliar, namun jumlah pinjaman yang diberikan naik 18,10 persen (ytd) menjadi Rp1,09 miliar.

Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKMS) menyalurkan pembiayaan sebesar Rp3,34 miliar, dengan outstanding Rp354,56 juta dan NPF 1,99 persen.

Untuk perusahaan pembiayaan, nilai pembiayaan per Juli 2025 mencapai Rp8,77 triliun (turun 2,20 persen yoy) dengan NPF 3,02 persen. Namun jumlah kontrak pembiayaan meningkat signifikan 49,89 persen (yoy) menjadi 1.530.965 kontrak.
Sementara itu, modal ventura tumbuh positif dengan total pembiayaan Rp132,41 miliar, naik 17,11 persen (yoy) dan NPF 2,59 persen.

Pasar Modal: Investor Jambi Naik 32 Persen

Jumlah investor pasar modal di Provinsi Jambi meningkat tajam menjadi 168.127 SID, naik 32,25 persen (yoy). Nilai penjualan saham pada Agustus 2025 mencapai Rp1,62 triliun (naik 73,66 persen), sedangkan transaksi reksa dana mencapai Rp220,66 miliar (turun 0,71 persen).

Meski belum ada perusahaan Jambi yang tercatat sebagai emiten, OJK terus mendorong pelaku usaha untuk memanfaatkan pendanaan dari pasar modal, termasuk melalui Securities Crowd Funding (SCF).

Edukasi dan Perlindungan Konsumen

Hingga September 2025, OJK Jambi telah melaksanakan 137 kegiatan edukasi keuangan dengan 24.194 peserta.
Selain itu, terdapat 184 pengaduan konsumen yang diterima, terdiri dari 75 pengaduan perbankan, 106 IKNB, dan 3 pasar modal. Sebagian besar pengaduan telah diselesaikan, dengan beberapa masih dalam proses tindak lanjut.

OJK mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap investasi ilegal dan selalu memeriksa legalitas entitas melalui laman resmi: https://www.ojk.go.id/waspada-investasi.

Layanan Sistem Layanan Informasi Keuangan Debitur (SLIK) juga menunjukkan peningkatan, dengan total 7.878 permintaan hingga September 2025.

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Ekonomi & Keuangan

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.