Kabar18.com

Sabtu, 10 Oktober 2026

Mendag Dorong Anak Muda Masuk Bisnis Waralaba di Jakarta

Menteri Perdagangan Budi Santoso mengajak anak muda memilih bisnis waralaba sebagai jalur memulai usaha. Industri ini mencatat omzet Rp143,25 triliun pada 2024 dan menyerap sekitar 98 ribu tenaga kerja.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Interior kedai kopi minimalis bernuansa putih dan kayu dengan tumpukan cangkir kertas di rak.
Ilustrasi: Interior kedai kopi minimalis bernuansa putih dan kayu dengan tumpukan cangkir kertas di rak. · Foto: Brunxs / Pexels

Jakarta — Menteri Perdagangan Budi Santoso mengajak anak muda menjajaki bisnis waralaba saat membuka Franchise & License Expo Indonesia (FLEI) 2026 di Jakarta, Jumat, 9 Oktober 2026.

Budi mengatakan waralaba dapat menjadi pilihan bagi calon pengusaha yang masih bingung memulai usaha. Model ini memiliki templat, konsep, dan sistem operasional yang telah disiapkan sehingga penerima waralaba dapat menjalankannya sesuai ketentuan pemilik merek.

Dalam kegiatan itu, Budi juga menyebut waralaba berperan dalam menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia. Ia mendorong generasi muda tidak hanya mencari pekerjaan, tetapi juga membangun usaha.

Ketua Umum Perhimpunan Waralaba dan Lisensi Indonesia Levita Ginting Supit memaparkan industri waralaba nasional mencatat omzet Rp143,25 triliun pada 2024. Sektor tersebut juga menyerap sekitar 98 ribu tenaga kerja.

Waralaba membuka jalur usaha bagi pemula

Data yang disampaikan dalam laporan menyebut Kementerian Perdagangan mencatat pertumbuhan sektor waralaba sekitar enam persen pada 2025, melampaui target lima persen. Untuk 2026, target pertumbuhan sektor tersebut dinaikkan menjadi tujuh persen.

Menurut Budi, waralaba lokal sebenarnya telah banyak berjalan, tetapi sebagian masih kurang dikenal karena promosi yang belum sebesar produk waralaba asing. Penguatan promosi dan keterlibatan anak muda dinilai berkaitan dengan perluasan kewirausahaan serta penciptaan lapangan kerja.

Levita mengatakan pertumbuhan industri waralaba tidak cukup diukur dari jumlah merek. Sektor ini juga diharapkan melahirkan wirausaha baru, memperluas keterlibatan usaha mikro, kecil, dan menengah dalam rantai pasok, serta memperkuat struktur perekonomian nasional.

Budi menambahkan anak muda yang telah lulus kuliah perlu diarahkan menjadi pengusaha. Pemerintah juga menyampaikan dukungan untuk mengajarkan proses ekspor dan mempertemukan pelaku usaha dengan pembeli.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Ekonomi & Keuangan

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.