Kabar18.com

Minggu, 27 September 2026

Mengapa Edukasi Gempa di Karanganyar Penting bagi Warga

BMKG menggelar edukasi dan simulasi gempa di Karanganyar pada 25 September 2026. Materinya mencakup risiko gempa, sistem peringatan dini, dan respons darurat.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Perlengkapan bertahan hidup darurat seperti kompas, senter, pisau lipat, dan tali tersusun di atas meja.
Ilustrasi: Perlengkapan bertahan hidup darurat seperti kompas, senter, pisau lipat, dan tali tersusun di atas meja. · Foto: Marta Branco / Pexels

Karanganyar — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Geofisika Kelas I Sleman menggelar Sekolah Lapang Gempa Bumi di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Jumat, 25 September 2026. Kegiatan ini diarahkan untuk memperkuat kapasitas pemerintah daerah dan masyarakat dalam menghadapi serta meminimalkan risiko gempa bumi.

BMKG menyampaikan edukasi mengenai potensi bahaya gempa, kesiapsiagaan, dan koordinasi lintas sektor dalam penanganan kondisi darurat. Pelatihan tersebut juga memperkenalkan sistem peringatan dini Earthquake Early Warning System (EEWS) serta dilengkapi simulasi guncangan.

Mengapa edukasi gempa penting bagi warga Karanganyar

Edukasi kebencanaan membantu masyarakat mengubah informasi tentang bahaya gempa menjadi tindakan saat keadaan darurat. Materi yang diberikan mencakup pemahaman potensi gempa, langkah mitigasi, respons cepat, dan prosedur evakuasi. Kegiatan ini menjadi wadah latihan bersama bagi pemerintah daerah dan masyarakat.

Kegiatan berlangsung di Kecamatan Jatiyoso, dengan kerja sama Pemerintah Kabupaten Karanganyar. Wilayah tersebut rentan terdampak gempa pesisir Pacitan maupun potensi bencana geologi lainnya. Pelatihan diikuti sekitar 50 peserta dari unsur perangkat desa, instansi pemerintah, tenaga kesehatan, pihak sekolah, relawan SAR, dan warga setempat.

Sebanyak 53 peserta mengikuti Sekolah Lapang Gempa Bumi Karanganyar 2026. Peserta berasal dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dinas kesehatan, dinas sosial, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), dinas pendidikan, satuan pendidikan, relawan kebencanaan, tokoh masyarakat, dan media massa. Kegiatan juga menggunakan diskusi kelompok serta Table Top Exercise (TTX).

BMKG mengusung tema “Pahami Potensi dan Aksi Cepat Hadapi Gempabumi Menuju Indonesia Emas 2045”. Materi dan simulasi ditujukan agar kesiapsiagaan tidak berhenti pada pengetahuan, tetapi dapat diterapkan dalam menghadapi kondisi kebencanaan.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Analisis

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.