Kabar18.com

Senin, 28 September 2026

Panglima TNI Tanggapi Protes OPM atas Operasi Super Tucano di Nduga

Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menanggapi protes OPM atas penggunaan Super Tucano di Nduga. Ia menyebut penanganan Papua memerlukan pendekatan keamanan, teritorial, dan kolaborasi.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Lereng pegunungan berhutan yang diselimuti kabut tebal berwarna putih keabu-abuan.
Ilustrasi: Lereng pegunungan berhutan yang diselimuti kabut tebal berwarna putih keabu-abuan. · Foto: eberhard grossgasteiger / Pexels

Kabupaten Nduga — Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menanggapi protes Organisasi Papua Merdeka (OPM) atas penggunaan pesawat Super Tucano dalam operasi TNI di Kabupaten Nduga pada 27 September 2026.

Mengapa ini penting: Perkembangan ini menyangkut operasi keamanan TNI, penggunaan pesawat militer, dan pengamanan delapan senjata di wilayah konflik Nduga.

Agus mengatakan penanganan kelompok bersenjata di Papua tidak dapat hanya mengandalkan operasi militer. Menurut dia, pendekatan keamanan, teritorial, dan kolaborasi dengan berbagai pihak diperlukan untuk menangani persoalan di Papua.

Dalam pernyataan yang diberitakan Republika dan Merdeka.com, pimpinan OPM Kodap III Ndugama-Derakma, Egianus Kogoya, bersama Komandan Operasi Mayor Belia Kogeya memprotes penggunaan pesawat Super Tucano dalam operasi tersebut. Kelompok itu menyatakan keberatan terhadap penggunaan pesawat tempur, helikopter, dan drone.

OPM mengklaim serangan bom dan tembakan dari pesawat itu melukai enam anggotanya. Klaim tersebut berasal dari OPM dan tidak disertai keterangan independen mengenai jumlah korban dalam sumber yang diperiksa.

Agus tetap menyatakan OPM merupakan kelompok separatis yang harus ditindak. Ia juga mengatakan TNI akan mengerahkan kemampuan yang diperlukan untuk kepentingan masyarakat.

Selain menanggapi protes itu, Agus menyampaikan perkembangan operasi TNI di Papua. Berdasarkan laporan Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan, delapan pucuk senjata telah diamankan. Salah satunya disebut berjenis SS1-V1 dan sebelumnya direbut OPM dari satuan TNI.

Agus tidak merinci lokasi pengamanan senjata tersebut maupun identitas anggota OPM yang terlibat. TNI menyatakan penanganan di Papua dilakukan melalui pendekatan keamanan dan teritorial, dengan keterlibatan berbagai pihak.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Pertahanan

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.