Panglima TNI Tanggapi Protes OPM atas Operasi Super Tucano di Nduga
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menanggapi protes OPM atas penggunaan Super Tucano di Nduga. Ia menyebut penanganan Papua memerlukan pendekatan keamanan, teritorial, dan kolaborasi.
Oleh Arsyid Muhamad
· 2 menit baca
Kabupaten Nduga — Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menanggapi protes Organisasi Papua Merdeka (OPM) atas penggunaan pesawat Super Tucano dalam operasi TNI di Kabupaten Nduga pada 27 September 2026.
Mengapa ini penting: Perkembangan ini menyangkut operasi keamanan TNI, penggunaan pesawat militer, dan pengamanan delapan senjata di wilayah konflik Nduga.
Agus mengatakan penanganan kelompok bersenjata di Papua tidak dapat hanya mengandalkan operasi militer. Menurut dia, pendekatan keamanan, teritorial, dan kolaborasi dengan berbagai pihak diperlukan untuk menangani persoalan di Papua.
Dalam pernyataan yang diberitakan Republika dan Merdeka.com, pimpinan OPM Kodap III Ndugama-Derakma, Egianus Kogoya, bersama Komandan Operasi Mayor Belia Kogeya memprotes penggunaan pesawat Super Tucano dalam operasi tersebut. Kelompok itu menyatakan keberatan terhadap penggunaan pesawat tempur, helikopter, dan drone.
OPM mengklaim serangan bom dan tembakan dari pesawat itu melukai enam anggotanya. Klaim tersebut berasal dari OPM dan tidak disertai keterangan independen mengenai jumlah korban dalam sumber yang diperiksa.
Agus tetap menyatakan OPM merupakan kelompok separatis yang harus ditindak. Ia juga mengatakan TNI akan mengerahkan kemampuan yang diperlukan untuk kepentingan masyarakat.
Selain menanggapi protes itu, Agus menyampaikan perkembangan operasi TNI di Papua. Berdasarkan laporan Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan, delapan pucuk senjata telah diamankan. Salah satunya disebut berjenis SS1-V1 dan sebelumnya direbut OPM dari satuan TNI.
Agus tidak merinci lokasi pengamanan senjata tersebut maupun identitas anggota OPM yang terlibat. TNI menyatakan penanganan di Papua dilakukan melalui pendekatan keamanan dan teritorial, dengan keterlibatan berbagai pihak.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini
Pertahanan
Kemhan Libatkan Jajaran TNI dalam Korps Kadet Sekolah
Kemhan melibatkan struktur kewilayahan TNI dalam ekstrakurikuler KKRI di sekolah. Program ini bersifat sukarela, memakai metode luring dan daring, ser…
Terbaru di Pertahanan

Berita utama hari ini

Baca juga




