Pertagas Siapkan Kapasitas Gas untuk KEK Sei Mangkei
Pertagas menyiapkan peningkatan kapasitas penyaluran gas untuk mendukung ekspansi KEK Sei Mangkei, Sumatra Utara. Keputusan investasi masih menunggu kepastian kebutuhan industri.
Oleh Pandi Muktar
Editor: Mursyid Sonsang
· 2 menit baca
Sei Mangkei — PT Pertamina Gas (Pertagas) menyiapkan peningkatan kapasitas penyaluran gas untuk mendukung ekspansi bisnis di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei, Sumatra Utara, pada Sabtu (26/9/2026).
Section Head Operation Stasiun Metering Gas KEK Sei Mangkei Pertagas, Gilang Fathurahim, mengatakan peningkatan kapasitas tersebut masuk dalam rencana jangka panjang perusahaan. Pertagas masih menilai aspek keekonomian dan teknis sebelum menentukan penambahan kapasitas.
Secara teknis, peningkatan dapat ditempuh melalui rekayasa pada infrastruktur yang tersedia, antara lain peningkatan kapasitas kompresor dan kapasitas pipa. Namun, perusahaan masih menunggu kepastian mengenai perkembangan jumlah industri serta kebutuhan gas di kawasan itu.
Pasokan energi mengikuti ekspansi kawasan industri
Rencana tersebut berkaitan dengan potensi pertumbuhan kebutuhan gas di KEK Sei Mangkei. Kepastian perkembangan industri diperlukan untuk memperhitungkan investasi penyaluran gas serta pilihan teknis yang akan digunakan.
Bisnis.com melaporkan Pertagas menyalurkan sekitar 8 MMSCFD gas secara khusus ke KEK Sei Mangkei. Laporan CNBC Indonesia menyebut kawasan itu ditargetkan menarik total investasi sebesar Rp129 triliun hingga 2031 dan Pertagas menyiapkan strategi peningkatan kapasitas jaringan pipa untuk mengantisipasi masuknya 200 pabrik pada tahun tersebut.
CNBC Indonesia juga melaporkan tujuh unit industri telah beroperasi di KEK Sei Mangkei dengan alokasi gas sebesar 8,8 MMSCFD. Jaringan pipa transmisi Pertagas Operation North Sumatra Area mengalirkan rata-rata 150-170 MMSCFD dari kapasitas desain 200 MMSCFD.
Penambahan kapasitas belum ditetapkan secara spesifik. Keputusan berikutnya menunggu kepastian jumlah industri dan kebutuhan gas, lalu dipertimbangkan berdasarkan aspek teknis serta keekonomian.
Sumber
Baca berikutnya
Terbaru di Ekonomi & Keuangan

IHSG Turun, Rupiah Melemah di Jakarta pada 25 September
Pada 25 September 2026, IHSG turun 56,72 poin menjadi 6.241,89. JISDOR menguat dari Rp17.898 menjadi Rp17.917 per dolar AS, menandai pelemahan rupiah…
Berita utama hari ini

Baca juga


