Kabar18.com

Sabtu, 31 Oktober 2026

BNPB Catat Enam Banjir di Aceh dan Sumatra Utara

BNPB mencatat tambahan enam banjir di Aceh dan Sumatra Utara pada 30 Oktober 2026. Deli Serdang menjadi wilayah dengan dampak terbesar, sementara hujan lebat masih berpotensi terjadi di Aceh.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Genangan air banjir berwarna keruh mengelilingi pepohonan dan rerumputan hijau.
Ilustrasi: Genangan air banjir berwarna keruh mengelilingi pepohonan dan rerumputan hijau. · Foto: Helena Jankovičová Kováčová / Pexels

Deli Serdang — Badan Nasional Penanggulangan Bencana melaporkan tambahan enam kejadian banjir di Sumatra Utara dan Aceh pada 30 Oktober 2026. Banjir berdampak pada sejumlah kabupaten dan kota, termasuk Deli Serdang, Medan, Aceh Tenggara, dan Subulussalam.

Mengapa ini penting: Banjir berdampak pada ribuan keluarga di Aceh dan Sumatra Utara, sementara hujan lebat masih berpotensi terjadi di Aceh hingga 31 Oktober 2026.

BNPB mencatat dampak terbesar berada di Kabupaten Deli Serdang, dengan 7.615 kepala keluarga terdampak dan 7.327 rumah terendam. Di Kota Medan, banjir berdampak pada 2.405 kepala keluarga.

Di Aceh Tenggara, banjir masih merendam sejumlah desa di enam kecamatan sejak 28 Oktober. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Aceh Bahron Bakti mengatakan 1.910 jiwa terdampak. Ketinggian air berkisar 0,5 hingga 1 meter, sementara tidak ada pengungsi maupun korban jiwa yang dilaporkan.

Banjir di Aceh Tenggara terjadi setelah hujan lebat dalam waktu lama menyebabkan sejumlah sungai meluap. BPBA juga melaporkan penyumbatan di bawah jembatan Desa Kuning I serta jebolnya sejumlah tanggul sungai, antara lain di Desa Kuta Lesung, Desa Bambel Gabungan, dan Desa Bunga Melur.

Di Kota Subulussalam, banjir berdampak pada 1.985 kepala keluarga dan merendam 177 rumah, menurut laporan BNPB yang dikutip media. Banjir juga terjadi di Kabupaten Mandailing Natal, Kabupaten Langkat, Kabupaten Aceh Selatan, dan sejumlah wilayah lain.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika menyatakan bibit siklon tropis 91B di Laut Andaman bergerak menjauhi Indonesia. Namun, sistem itu masih berpotensi memicu hujan berintensitas sedang hingga lebat di Aceh bagian utara sampai 31 Oktober 2026 pukul 07.00 WIB.

BNPB mengimbau masyarakat mewaspadai hujan lebat hingga sangat lebat yang masih mengancam Aceh. BMKG juga meminta masyarakat di wilayah terdampak dan pengguna transportasi laut memantau informasi cuaca resmi.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Daerah

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.