Kabar18.com

Kamis, 15 Oktober 2026

RSUD Raden Mattaher Gelar Operasi CAPD Perdana di Jambi

Redaksi Kabar18

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. operasi pemasangan Continuous Ambulatory Peritoneal Dialysis (CAPD) RSUD Raden Mattaher Jambi || Dok PM
operasi pemasangan Continuous Ambulatory Peritoneal Dialysis (CAPD) RSUD Raden Mattaher Jambi || Dok PM

KABAR18.COM — Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Raden Mattaher Jambi melaksanakan operasi pemasangan Continuous Ambulatory Peritoneal Dialysis (CAPD) perdana di Provinsi Jambi  pada pasien gagal ginjal

Operasi ini bertujuan agar pasien gagal ginjal dapat melakukan proses cuci darah secara mandiri di rumah, tanpa perlu rutih datang ke Rumah Sakit, seperti halnya pada pasien yang dilakukan Hemodialisa

Dalam operasi yang dilaksanakan pada Rabu (26/2/2025) di RSUD Raden Mattaher Jambi itu, tim Uronefrologi Jambi berhasil melakukan pemasangan CAPD pada 3 pasien gagal ginjal.

Tim Uronefrologi Jambi tersebut yakni, dr. Rio Rahmadi, Sp.U, dr. Hendra Herman, Sp.U (K), dr. Ardiansyah Periadi, Sp.U, dr. Wendi Rachman, Sp.U, dr. Randy Fauzan, Sp.U, dr. Anggiat Pratama, Sp.U, dr. Hasan Basri, Sppd (K) GH, dan Ns.Efikar,SST.

"Kita sudah melakukan operasi pemasangan CAPD yang perdana di Provinsi Jambi. Untuk CAPD perdana ini kita lakukan pada 3 orang pasien. Untuk 2 pasien kita kerjakan dengan laparaskopi, dan 1 pasien kita kerjakan secara pembedahan terbuka," kata dr. Rio Rahmadi, Sp.U.

Dijelaskan dr. Rio, operasi pemasangan CAPD ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup dan menjadi alternatif terapi pada pasien gagal ginjal.

"Pasien dapat melakukan cuci darah mandiri di rumah, sehingga pasien menjadi lebih mobile, tidak bergantung dengan orang lain dan tidak terus bolak-balik ke rumah sakit," ujarnya.

Diketahui, operasi pemasangan CAPD di RSUD Raden Mattaher Jambi ini bisa menggunakan BPJS Kesehatan.

Tim Uronefrologi Jambi berharap pemerintah provinsi (Pemprov) Jambi dapat mendukung langkah selanjutnya dari dr. Rio dkk untuk mengembangkan transplantasi ginjal.

"Pada pasien gagal ginjal, terdapat tiga pilihan terapi, yaitu hemodialisa, CAPD dan transplantasi ginjal. Selama ini di Jambi hanya tersedia layanan Hemodialisa. Setelah CAPD, dalam waktu dekat semoga kita bisa mengembangkan layanan transplantasi ginjal," imbuhnya.

"Mengingat transplantasi ginjal adalah prosedur yang besar dan kompleks, kami berharap adanya dukungan dari Pemprov dan rumah sakit, sehingga masyarakat Jambi bisa mendapatkan pelayanan kesehatan yang paripurna tanpa harus dirujuk ke luar Provinsi," tutup dr. Rio.

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Kesehatan

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.