Kabar18.com

Senin, 9 November 2026

Samuel Wattimena Gelar Pertunjukan Fesyen di Bandara Soekarno-Hatta

Samuel J.D. Wattimena menggelar MODE IN TRANSIT di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta pada 8 November 2026. Pertunjukan flash mob itu melibatkan mahasiswa Institut Kesenian Jakarta.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Foto arsip: Bandara Soekarno-Hatta.
Foto arsip: Bandara Soekarno-Hatta. · Foto: Gunawan Kartapranata / Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0

Bandara Soekarno-Hatta — Desainer Samuel J.D. Wattimena menggelar pertunjukan fesyen MODE IN TRANSIT di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada 8 November 2026. Pertunjukan itu menggunakan konsep flash mob dan melibatkan mahasiswa Institut Kesenian Jakarta.

Mengapa ini penting: Penumpang dan pengunjung Terminal 3 dapat menyaksikan pertunjukan fesyen pada 8 November 2026 serta mengakses instalasi interaktif hingga 15 November 2026.

Para model bergerak dari area Drop Off Gate 3 menuju instalasi seni. Mereka berpose dan berinteraksi dengan penumpang di tengah aktivitas keberangkatan, menurut Liputan6.com dan Navigasi.co.id.

MODE IN TRANSIT merupakan kolaborasi MODE INDONESIA dan Institut Kesenian Jakarta. Kegiatan itu memperkenalkan fesyen, seni, serta unsur budaya Indonesia di ruang publik bandara.

Rangkaian instalasi

Pertunjukan tersebut menjadi bagian dari rangkaian instalasi MODE Indonesia di Terminal 3 yang berlangsung pada 1–15 November 2026. Instalasi itu memperkenalkan karya perancang nasional, wastra Nusantara, serta proses kreatif dalam industri fesyen.

Menurut Wolipop, pengunjung dapat mencoba Digital Fitting Room, Interactive Drawing Wall, dan Interactive Fabric Story. Area pameran juga menampilkan manekin, meja kerja desainer, serta informasi tentang peran perajin tekstil, institusi pendidikan, media, dan komunitas kreatif.

Kegiatan tersebut beriringan dengan pengenalan buku Mode Indonesia: Perancang dan Karyanya karya Samuel Wattimena. RRI melaporkan buku itu disiapkan untuk merekam perkembangan perancangan busana Indonesia sejak era 1950-an hingga masa kini.

Mahasiswa Institut Kesenian Jakarta juga mendapat kesempatan berdiskusi dengan Samuel mengenai perjalanan industri mode dan peluang bagi generasi muda, menurut Liputan6.com.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Terbaru di Gaya Hidup

  2. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.