Pemerintah Alokasikan Rp883,4 Miliar untuk Stimulus Transportasi Nataru
Pemerintah mengalokasikan sekitar Rp883,4 miliar untuk diskon dan insentif empat moda transportasi selama Natal 2026 hingga Tahun Baru 2027, termasuk tiket pesawat domestik, kereta api, kapal, dan penyeberangan.
Oleh Pandi Muktar
· 2 menit baca
Indonesia — Pemerintah mengalokasikan sekitar Rp883,4 miliar untuk stimulus transportasi pada periode Natal 2026 dan Tahun Baru 2027. Kebijakan itu diumumkan pada 8 November 2026 dan mencakup kereta api, angkutan laut, penyeberangan, serta angkutan udara.
Mengapa ini penting: Pelancong dapat memperoleh diskon atau pembebasan biaya pada empat moda transportasi selama periode perjalanan 17 Desember 2026 hingga 10 Januari 2027.
Menurut Kementerian Perhubungan, anggaran tersebut terdiri atas Rp161,4 miliar untuk program diskon kereta api, angkutan laut, dan penyeberangan serta Rp722 miliar untuk insentif transportasi udara. Pemerintah menyiapkan stimulus itu untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi hingga akhir tahun.
Skema insentif
Untuk penerbangan domestik kelas ekonomi, pemerintah menanggung 100 persen Pajak Pertambahan Nilai. Insentif berlaku untuk penerbangan pada 22 Desember 2026 hingga 10 Januari 2027, dengan pembelian tiket mulai 20 Oktober 2026.
Kereta api kelas ekonomi komersial di Jawa dan Sumatera Utara mendapat diskon 30 persen untuk perjalanan pada 22 Desember 2026 hingga 4 Januari 2027. Angkutan laut memperoleh diskon 30 persen dari tarif dasar tiket kelas ekonomi untuk seluruh rute kapal penumpang pada 17 Desember 2026 hingga 10 Januari 2027.
Pada angkutan penyeberangan, pemerintah membebaskan tarif jasa kepelabuhanan bagi pejalan kaki serta kendaraan golongan II dan golongan IVA di 14 pelabuhan. Fasilitas ini berlaku pada 22 Desember 2026 hingga 10 Januari 2027.
Rincian skema tersebut disampaikan Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Dradjad Hari Wibowo, seperti diberitakan sejumlah media pada 8 November 2026. Kementerian Perhubungan sebelumnya menyebut program itu sebagai bagian dari stimulus transportasi Nataru 2026/2027.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Analisis
PMI Manufaktur Indonesia Naik, Pemulihan Belum Merata
PMI manufaktur Indonesia mencapai 54,0 pada Oktober 2026, naik dari 52,4 pada September. Kenaikan menunjukkan ekspansi, tetapi pemulihan belum merata…
Terbaru di Ekonomi & Keuangan

Berita utama hari ini

Baca juga





