Sebanyak 52 Warga Mengungsi Usai Gempa di Kabupaten Bogor
Gempa bermagnitudo 4,1 merusak 17 rumah di 11 kampung Kabupaten Bogor. BPBD mencatat 52 warga mengungsi, termasuk 46 orang karena rumah tidak dapat dihuni atau trauma.
Oleh Arsyid Muhamad
· 2 menit baca
Bogor — Gempa bermagnitudo 4,1 pada Kamis sore, 15 Oktober 2026, merusak 17 rumah dan menyebabkan 52 warga mengungsi di 11 kampung di Kecamatan Pamijahan dan Leuwiliang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Gempa terjadi sekitar pukul 17.45 WIB. Kerusakan rumah tersebar di Desa Cibunian, Kecamatan Pamijahan, dan Desa Purasari, Kecamatan Leuwiliang. Kerusakan bervariasi, antara lain retakan hingga kehancuran pada tembok dinding, kerusakan plafon, serta bagian atap.
Di Kampung Muaradua, Desa Cibunian, enam warga mengungsi setelah tiga rumah mengalami kerusakan sedang dan ringan. Sementara itu, 14 rumah di lima kampung di Desa Purasari mengalami kerusakan. Sebanyak 46 warga mengungsi karena rumah tidak dapat dihuni atau mengalami trauma akibat gempa susulan.
Kerusakan dan pengungsian menjadi perhatian warga Bogor
Sebanyak 46 warga mengungsi karena rumahnya terdampak dan warga lainnya mengungsi karena trauma. Jumlah keseluruhan warga yang mengungsi tercatat 52 orang dari wilayah terdampak di 11 kampung.
Sejumlah warga untuk sementara berada di tenda dan rumah saudara di alamat yang sama. Gempa bermagnitudo 4,1 terjadi setelah gempa bermagnitudo 3,5 pada Kamis sore. Rangkaian aktivitas kegempaan terjadi di wilayah Bogor dan Sukabumi.
Sebagian warga mengungsi karena masih merasakan gempa susulan. Data kerusakan dan pengungsian tersebut mencakup rumah warga di Kecamatan Pamijahan dan Leuwiliang, dengan dampak yang tersebar di Desa Cibunian serta Desa Purasari.
Sumber
Baca berikutnya
Terbaru di Daerah

Karhutla Bromo di Probolinggo Tewaskan Empat Orang
Karhutla di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Probolinggo, pada 15 Oktober 2026 menewaskan empat orang saat pemadaman. Dua korban luka dirujuk ke S…
Berita utama hari ini

Baca juga



