Kabar18.com

Kamis, 5 November 2026

Seraya Culture Festival Digelar di Karangasem 5–7 November

Seraya Culture Festival berlangsung 5–7 November 2026 di Desa Seraya, Karangasem. Gebug Ende menjadi agenda utama, disertai yoga, fun fishing, lomba tari Bali, dan kegiatan sosial.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Gerbang pura tradisional Bali dari batu berukir dengan pintu kayu keemasan.
Ilustrasi: Gerbang pura tradisional Bali dari batu berukir dengan pintu kayu keemasan. · Foto: Veronika Andrews / Pexels

Karangasem — Seraya Culture Festival digelar pada 5–7 November 2026 di Lapangan Ki Kopang dan Pantai Bias Lantang, Desa Seraya, Karangasem, Bali, dengan Gebug Ende sebagai agenda utama.

Atraksi tradisi tersebut berlangsung setiap hari pukul 16.00–18.00 WITA. Gebug Ende menampilkan dua kelompok pria yang saling berhadapan menggunakan ende sebagai perisai dan penjalin berbahan rotan untuk menyerang serta menangkis. Bagi masyarakat Seraya, tradisi itu berkaitan dengan ritual memohon hujan ketika kemarau panjang.

Festival tahun ini mengusung tema Harmony of Art, Tradition, Nature & Culture. Selain Gebug Ende, agenda yang disiapkan meliputi yoga bersama Komunitas Yoga Karangasem, fun fishing, dan lomba tari Bali. Panitia juga menggelar donor darah serta menyerahkan bantuan perlengkapan sekolah kepada anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Festival mempertemukan tradisi dan kegiatan wisata Seraya

Penyelenggaraan festival memberi ruang bagi masyarakat dan pengunjung untuk menyaksikan tradisi Desa Adat Seraya sekaligus mengikuti kegiatan seni, rekreasi, dan sosial. Sejumlah musisi dan pengisi acara dijadwalkan tampil, antara lain Lolot Band, Ray Peni, DJ Mahesa, Bayu KW, dan Sengap dkk.

Gebug Ende dijadwalkan hadir selama tiga hari berturut-turut selama festival. Kegiatan lain yang disebut dalam laporan mencakup pameran usaha mikro, kecil, dan menengah serta pertunjukan musik. Festival dipusatkan di dua lokasi, yakni Lapangan Ki Kopang dan Pantai Bias Lantang, Desa Seraya.

Ketua panitia Seraya Culture Festival, I Wayan R. Supertama, menyebut Gebug Ende tetap dipertahankan sebagai kegiatan utama. Bendesa Adat Seraya, I Made Salin, berharap festival mendukung pelestarian budaya dan memberi dampak ekonomi bagi masyarakat.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

    Daerah

    Longsor di Eco Park Pelaga, Dua Tamu Hilang

    Longsor di Eco Park Pelaga, Badung, pada 1 November 2026 menghanyutkan satu bangunan glamping dan membuat dua dari 23 tamu hilang. Tim gabungan melanj…

  2. Terbaru di Pariwisata

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.