Seraya Culture Festival Digelar di Karangasem 5–7 November
Seraya Culture Festival berlangsung 5–7 November 2026 di Desa Seraya, Karangasem. Gebug Ende menjadi agenda utama, disertai yoga, fun fishing, lomba tari Bali, dan kegiatan sosial.
Oleh Asyinta Sastra
· 2 menit baca
Karangasem — Seraya Culture Festival digelar pada 5–7 November 2026 di Lapangan Ki Kopang dan Pantai Bias Lantang, Desa Seraya, Karangasem, Bali, dengan Gebug Ende sebagai agenda utama.
Atraksi tradisi tersebut berlangsung setiap hari pukul 16.00–18.00 WITA. Gebug Ende menampilkan dua kelompok pria yang saling berhadapan menggunakan ende sebagai perisai dan penjalin berbahan rotan untuk menyerang serta menangkis. Bagi masyarakat Seraya, tradisi itu berkaitan dengan ritual memohon hujan ketika kemarau panjang.
Festival tahun ini mengusung tema Harmony of Art, Tradition, Nature & Culture. Selain Gebug Ende, agenda yang disiapkan meliputi yoga bersama Komunitas Yoga Karangasem, fun fishing, dan lomba tari Bali. Panitia juga menggelar donor darah serta menyerahkan bantuan perlengkapan sekolah kepada anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Festival mempertemukan tradisi dan kegiatan wisata Seraya
Penyelenggaraan festival memberi ruang bagi masyarakat dan pengunjung untuk menyaksikan tradisi Desa Adat Seraya sekaligus mengikuti kegiatan seni, rekreasi, dan sosial. Sejumlah musisi dan pengisi acara dijadwalkan tampil, antara lain Lolot Band, Ray Peni, DJ Mahesa, Bayu KW, dan Sengap dkk.
Gebug Ende dijadwalkan hadir selama tiga hari berturut-turut selama festival. Kegiatan lain yang disebut dalam laporan mencakup pameran usaha mikro, kecil, dan menengah serta pertunjukan musik. Festival dipusatkan di dua lokasi, yakni Lapangan Ki Kopang dan Pantai Bias Lantang, Desa Seraya.
Ketua panitia Seraya Culture Festival, I Wayan R. Supertama, menyebut Gebug Ende tetap dipertahankan sebagai kegiatan utama. Bendesa Adat Seraya, I Made Salin, berharap festival mendukung pelestarian budaya dan memberi dampak ekonomi bagi masyarakat.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini
Daerah
Longsor di Eco Park Pelaga, Dua Tamu Hilang
Longsor di Eco Park Pelaga, Badung, pada 1 November 2026 menghanyutkan satu bangunan glamping dan membuat dua dari 23 tamu hilang. Tim gabungan melanj…
Terbaru di Pariwisata
Berita utama hari ini

Baca juga





