Kabar18.com

Kamis, 5 November 2026

El Niño 2026 Mengancam Terumbu Karang Indonesia

El Niño 2026 berpotensi menaikkan suhu laut Indonesia hingga 2.5 degrees Celsius di atas rata-rata. Tekanan terhadap terumbu karang diperkirakan berlanjut sampai 2028.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Pemandangan bawah laut menampilkan terumbu karang berwarna jingga dengan latar belakang penyelam.
Ilustrasi: Pemandangan bawah laut menampilkan terumbu karang berwarna jingga dengan latar belakang penyelam. · Foto: Saad Alaiyadhi / Pexels

Jakarta — El Niño kuat mengancam terumbu karang Indonesia pada 4 November 2026 karena suhu laut berpotensi mencapai 2.5 degrees Celsius di atas rata-rata.

The Jakarta Post melaporkan dampak pemanasan laut terhadap terumbu karang diperkirakan mulai terlihat pada tahun berikutnya dan dapat berlanjut hingga 2028. Fenomena El Niño tahun ini disebut sejumlah pakar iklim sebagai peristiwa “Godzilla” karena intensitasnya.

Untuk saat ini, dampak El Niño tersebut belum terlihat di laut. Dampak yang telah dirasakan berada di daratan, termasuk kekeringan yang memburuk serta kebakaran hutan di Kalimantan dan Sumatra.

Tekanan terumbu karang dapat berlanjut hingga 2028

NASA melaporkan satelit mengamati El Niño bersejarah pada 2026. Badan Penerbangan dan Antariksa Nasional Amerika Serikat itu menyebut pola iklim ini ditandai oleh suhu air yang lebih hangat dari normal di sebagian wilayah Pasifik ekuatorial. Pada Oktober, National Oceanic and Atmospheric Administration menyatakan ada peluang 83% bahwa El Niño yang sedang berlangsung menjadi yang terkuat sejak 1950.

NASA juga mencatat suhu permukaan laut di Pasifik timur sekitar 1.7 degrees Celsius di atas rata-rata jangka panjang dan masih dapat meningkat. Di sekitar Indonesia dan Australia utara, ketinggian muka laut tercatat 15 hingga 20 centimeters lebih rendah dari normal.

Bagi pembaca di Indonesia, perkembangan ini relevan karena El Niño dapat memengaruhi ekosistem laut dan kondisi daratan secara bersamaan. Laporan The Jakarta Post menyebut pemulihan serta pelatihan konservasi lokal menjadi bagian dari upaya menghadapi tekanan terhadap terumbu karang.

Dampak lanjutan terhadap terumbu karang diperkirakan mulai tampak pada 2027 dan dapat berlangsung sampai 2028, sesuai keterangan dalam laporan tersebut.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Lingkungan

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.