Telkom University dan AirNav Perkenalkan Edunusa di Jakarta Pusat
Telkom University dan AirNav Indonesia memperkenalkan Edunusa untuk siswa sekolah dasar di wilayah 3T. Perangkat ini memakai server lokal agar pembelajaran tetap berjalan tanpa internet.
Oleh Kevin Mikael Januar
· 2 menit baca
Jakarta Pusat — Telkom University bersama AirNav Indonesia memperkenalkan Edunusa, perangkat kecerdasan artifisial (AI) untuk siswa sekolah dasar di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), dalam rangkaian Summit on Advancement in Technology, Research, Industry and Academia (SATRIA) 2026 pada Kamis (8/10/2026).
Edunusa dirancang agar dapat digunakan tanpa koneksi internet. Sistem ini berjalan melalui server lokal yang ditempatkan di sekolah atau wilayah 3T, sehingga materi pembelajaran dapat diperbarui di pusat ketika tersedia koneksi internet lalu dikirimkan ke daerah terpencil. Pendekatan tersebut ditujukan untuk membantu ratusan guru dan murid belajar dengan materi yang sama.
Selain mengurangi ketergantungan pada koneksi, server lokal digunakan untuk menjaga data siswa dari paparan konten negatif di internet terbuka. Edunusa juga memakai pendekatan sokratis. Perangkat itu tidak langsung memberikan jawaban atas tugas sekolah, tetapi mendorong siswa menalar dan menemukan konsep dasar.
Edunusa memperluas akses pembelajaran digital di wilayah 3T
Bagi pembaca, inovasi ini menunjukkan penggunaan AI yang disesuaikan dengan kondisi sekolah yang menghadapi keterbatasan akses internet dan tenaga pengajar. Model server lokal memungkinkan layanan pembelajaran tetap digunakan ketika jaringan internet tidak tersedia, sementara materi dapat disalurkan dari pusat saat koneksi tersedia.
Kerja sama Telkom University dan AirNav Indonesia juga mencakup pengembangan AI serta keamanan siber untuk kebutuhan lain. AirNav menyatakan AI diposisikan sebagai perangkat pendukung untuk membantu efisiensi dan keselamatan penerbangan, bukan pengganti manusia dalam pengambilan keputusan yang berkaitan langsung dengan keselamatan.
Kolaborasi riset tersebut turut menghasilkan prototipe NOTAM AI Generator, yang diinisiasi sejak 2024 dan menjalani peluncuran awal pada 2025. Sistem penjadwalan otomatis berbasis teknologi digital untuk personel Air Traffic Control juga dikembangkan. Hasil riset tidak langsung diterapkan dalam operasional, melainkan melalui pengujian, evaluasi, dan validasi sesuai kebutuhan serta kriteria yang disepakati.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini
Teknologi
Karangasem Belum Terima Pengajuan Resmi Pusat Data AI Biznet
Pemkab Karangasem belum menerima informasi resmi Biznet tentang wacana pusat data AI. Pemerintah daerah menilai rencana itu perlu dikaji, terutama ter…
Terbaru di Teknologi

Berita utama hari ini

Baca juga





