Kabar18.com

Jumat, 9 Oktober 2026

Telkom University dan AirNav Perkenalkan Edunusa di Jakarta Pusat

Telkom University dan AirNav Indonesia memperkenalkan Edunusa untuk siswa sekolah dasar di wilayah 3T. Perangkat ini memakai server lokal agar pembelajaran tetap berjalan tanpa internet.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Sebuah unit casing komputer ringkas dan alat tulis di atas meja kerja kayu.
Ilustrasi: Sebuah unit casing komputer ringkas dan alat tulis di atas meja kerja kayu. · Foto: Josh Sorenson / Pexels

Jakarta Pusat — Telkom University bersama AirNav Indonesia memperkenalkan Edunusa, perangkat kecerdasan artifisial (AI) untuk siswa sekolah dasar di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), dalam rangkaian Summit on Advancement in Technology, Research, Industry and Academia (SATRIA) 2026 pada Kamis (8/10/2026).

Edunusa dirancang agar dapat digunakan tanpa koneksi internet. Sistem ini berjalan melalui server lokal yang ditempatkan di sekolah atau wilayah 3T, sehingga materi pembelajaran dapat diperbarui di pusat ketika tersedia koneksi internet lalu dikirimkan ke daerah terpencil. Pendekatan tersebut ditujukan untuk membantu ratusan guru dan murid belajar dengan materi yang sama.

Selain mengurangi ketergantungan pada koneksi, server lokal digunakan untuk menjaga data siswa dari paparan konten negatif di internet terbuka. Edunusa juga memakai pendekatan sokratis. Perangkat itu tidak langsung memberikan jawaban atas tugas sekolah, tetapi mendorong siswa menalar dan menemukan konsep dasar.

Edunusa memperluas akses pembelajaran digital di wilayah 3T

Bagi pembaca, inovasi ini menunjukkan penggunaan AI yang disesuaikan dengan kondisi sekolah yang menghadapi keterbatasan akses internet dan tenaga pengajar. Model server lokal memungkinkan layanan pembelajaran tetap digunakan ketika jaringan internet tidak tersedia, sementara materi dapat disalurkan dari pusat saat koneksi tersedia.

Kerja sama Telkom University dan AirNav Indonesia juga mencakup pengembangan AI serta keamanan siber untuk kebutuhan lain. AirNav menyatakan AI diposisikan sebagai perangkat pendukung untuk membantu efisiensi dan keselamatan penerbangan, bukan pengganti manusia dalam pengambilan keputusan yang berkaitan langsung dengan keselamatan.

Kolaborasi riset tersebut turut menghasilkan prototipe NOTAM AI Generator, yang diinisiasi sejak 2024 dan menjalani peluncuran awal pada 2025. Sistem penjadwalan otomatis berbasis teknologi digital untuk personel Air Traffic Control juga dikembangkan. Hasil riset tidak langsung diterapkan dalam operasional, melainkan melalui pengujian, evaluasi, dan validasi sesuai kebutuhan serta kriteria yang disepakati.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Teknologi

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.