Yusra Ali Idris, Raih Gelar Magister di Unesa Melalui Beasiswa Kemitraan Negara Berkembang
Yusra Ali Idris, wisudawan asal Sudan di Unesa, mengembangkan riset pemulihan ekonomi bagi korban konflik dengan memadukan AI, personal branding, dan kewirausahaan.
Oleh Asyinta Sastra
· Peristiwa: · 2 menit baca Diperbarui
Surabaya — Yusra Ali Idris, wisudawan asal Sudan, meraih gelar magister di Universitas Negeri Surabaya (Unesa) pada Selasa (27/10/2026) melalui Beasiswa Kemitraan Negara Berkembang (KNB).
Yusra dikukuhkan sebagai lulusan S-2 Manajemen, Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Unesa, dalam Wisuda ke-123 di Graha Unesa. Penelitiannya berangkat dari kondisi warga Sudan yang kehilangan harta, modal usaha, aset produktif, dan sumber penghidupan akibat konflik.
Dalam risetnya, Yusra mengembangkan model strategi bertahan hidup yang memadukan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), personal branding, dan kewirausahaan. Model tersebut dirancang sebagai panduan bagi korban perang untuk membangun kembali kemandirian ekonomi dari kondisi terbatas, termasuk ketika harus memulai tanpa modal usaha.
Yusra merupakan penerima Beasiswa KNB dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek). Ia berharap hasil penelitiannya dapat membantu masyarakat Sudan menemukan peluang ekonomi dan membangun kembali usaha setelah kehilangan aset akibat konflik.
Riset Yusra menghubungkan pendidikan dan pemulihan ekonomi
Bagi pembaca di Indonesia, kisah Yusra menunjukkan peran pendidikan tinggi dalam merespons persoalan kemanusiaan dan pemulihan ekonomi masyarakat terdampak konflik. Pendekatan yang dikembangkan tidak hanya menekankan bantuan, tetapi juga upaya membangun kemampuan mandiri melalui teknologi, penguatan identitas usaha, dan kewirausahaan.
Pemanfaatan AI diarahkan untuk membantu menemukan peluang ekonomi. Personal branding digunakan untuk membangun identitas dan mengenalkan usaha, sedangkan strategi kewirausahaan menjadi dasar untuk memulai serta mengembangkan usaha secara bertahap.
Penerapan model itu tetap perlu menyesuaikan kondisi sosial, akses teknologi, dan kebutuhan masyarakat terdampak konflik. Tantangan berikutnya adalah menerjemahkan hasil penelitian menjadi pendekatan yang dapat diuji dan diterapkan untuk membantu warga Sudan membangun kembali penghidupan mereka.
Sumber
Baca berikutnya
Terbaru di Inspirasi

SKK Migas – KKKS Wilayah Jambi Gelar Kuliah Umum Hulu Migas di UIN Jambi, dengan Pembicara Gita Wirjawan
Kegiatan ini turut dihadiri Rektor UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi Prof. Dr. H. Kasful Anwar dan Kepala SKK Migas, Dwi Djanuarto, serta pimpinan dan…
Berita utama hari ini


